logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Senin, 24 Januari 2022

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” <Mrk 3:22-30> Dosa melawan Roh Kudus berarti melawan

Selengkapnya »

Mata Iman

Senin, 16 November 2015
Pekan Biasa XXXIII
1Mak. 1:10-15,41-43,54-57,62-64; Mzm. 119: 53, 61, 134, 150, 155, 158; Luk. 18:35-43.

Yesus berkata kepadanya, “Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau!” Dan pada saat itu juga ia melihat, lalu mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah. Bahkan, seluruh rakyat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut memuji-muji Allah.

INJIL hari ini mengajak kita berjumpa dengan Yesus yang menyembuhkan seorang buta. Menurut St. Markus, yang buta itu bernama Bartimeus (lih Mrk 10:46-52). Ketika ia berjumpa Yesus, ia mengalami peristiwa yang khusus yang penuh rahmat., satu pengalaman dalam kehidupannya dan kesempatan yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Ia ditentukan berada dekat dengan Yesus, sosok pribadi yang mengetahui kebutuhannya dengan baik.

Kita dapat belajar dari Bartimeus untuk mengandalkan Yesus Kristus. Ia memiliki iman yang teguh. Kendati orang banyak menyuruhnya diam, ia tidak menyerah. Ia ditentukan untuk mendapat perhatian dari Yesus karena ia teguh dalam menghadapi perlawanan. Maka Yesus pun menyembuhkan dia dan berkata kepadanya, “Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau!” Dan pada saat itu juga ia melihat, lalu mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah. Bahkan, seluruh rakyat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut memuji-muji Allah.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus seperti Bartimeus yang mengenal Yesus dengan mata imannya, bahkan saat ia masih buta. Di sana kita mengenali pula kebutuhan kita akan rahmat penyembuhan dari Allah dan kita juga mencari Yesus seperti Bartimeus, dengan iman yang teguh dan mengandalkan kebaikan dan kerahiman-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, kami ingin belajar dari Bartimeus yang tidak hanya bersyukur atas anugerah iman dan kesembuhan secara fisik, melainkan juga karena kesempatan istimewa untuk mengikuti Dikau. Semoga kami selalu memuliakan Dikau dalam doa dan karya pelayanan kami kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.