logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Minggu, 16 Januari 2022

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” <Yoh 2:1-11> Dalam peristiwa Perkawinan di Kana, Yesus membuat mukjizat mengubah air menjadi

Selengkapnya »

Puncta Sabtu, 15 Januari 2022

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Kamis, 19 November 2015

St. Rafael dr St. Yosef Kalinowski, St. Agnes dr Assisi, St. Mechtildis

warna liturgi Hijau

Bacaan

1Mak. 2:15-29; Mzm. 50:1-2,5-6,14-15; Luk. 19:41-44. BcO Yeh. 24:15-27

Bacaan Injil: Luk. 19:41-44.

41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, 42 kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. 43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, 44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Renungan:

MENANGIS. Ketika Yesus mendekati kota Yerusalem, Ia menangisinya. Ia pedih karena bayangan kehancuran kota yang tidak mengenal diriNya tersebut. Damai sejahtera yang di depan matanya tersembunyi dan tidak dilihat. HatiNya pedih dan menangis.

Seseorang bisa sedih kala orang yang dihadapinya tidak mengerti dengan segala perjuangan dan katanya. Seorang ibu bisa menangis pedih kala anaknya tidak memahami apa yang dia lakukan untuk anaknya. Kala sang anak hanya memprotes terus situasi yang dia temui. Kala sang anak tidak mampu melihat arti perjuangan seorang ibu bagi dirinya.

Hidup kita pun terasa berat kala yang kita hadapi tidak mampu melihat kebaikan sebagai tujuan bersama. Namun demikian kita tetap dipanggil maju dan menunjukkan damai sejahtera. Perkataan dan tindakan kita mesti terus menjadi tanda kehadiran damai sejahtera.

Kontemplasi:

Pejamkan sejenak matamu. Hadirlah dalam kisah Injil  Luk. 19:41-44.

Refleksi:

Apa yang membuatmu menangis pada jaman sekarang ini?

Doa:

Tuhan bukalah hati umat manusia agar melihat damai sejahteraMu. Tuntunlah mereka untuk selalu menghadirkannya dalam hidupnya. Amin.

Perutusan:

Aku akan tetap bertahan menghadirkan damai sejahtera Allah. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.