logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Allah Kehidupan dan Orang Hidup

Sabtu, 21 November 2015
Pekan Biasa XXXIII
1Mak 6:1-13; Mzm 9:2-3,4,6,16b,19; Luk 20:27-40

Yesus bersabda, “Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup!”

APAKAH kita percaya akan kebangkitan dan janji kehidupan kekal bersama Allah? Inilah tema utama dari Injil hari ini. Orang Saduki datang kepada Yesus dengan pertanyaan untuk mencobai Dia tentang kebangkitan orang mati yang mereka anggap sebagai lelucon. Mereka tidak percaya pada keabadian, kebangkitan, juga tak percaya tentang adanya para malaikat atau roh-roh jahat.

Yesus mengalahkan argumentasi mereka dengan menunjukan bahwa Allah adalah orang hidup. Dalam sejarah keselamatan, Allah adalah sahabat Abraham, Ishak dan Yakub. Persahabatan itu tidak berakhir oleh kematian.

Dalam Injil Yohanes kita baca, sebelum membangkitkan Lazarus dari kematian, Yesus bersabda, “Akulah kebangkitan dan kehidupan, barangsiapa percaya pada-Ku akan hidup meski sudah mati; dan barangsiapa percaya pada-Ku tidak akan pernah mati. Percayakan kamu tentang hal ini?” (Yoh 11:25).

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang adalah bukti utama kebangkitan. Ia menyatakan kepada kita kebenaran Allah yang abadi, kasih Allah yang tak pernah berakhir dan kehidupan abadi yang dbangikan kepada kita yang percaya. Marilah kita hidup kini dalam sukacita dan pengharapan atas kehidupan kekal nanti.

Tuhan Yesus Kristus, taruhlah tangan-Mu pada mata kami juga, agar kemudian kami melihat yang tak terlihat dengan mata jasmani. Bukalah mata kami hingga kami terhubung tak hanya dengan masa sekarang melainkan masa mendatang. Engkaulah kebangkitan dan kehidupan kami, kami percaya pada-Mu kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.