logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Selasa 1 Desember 2015

B. Dionisius dan Redemptus

Warna Liturgi Merah

Bacaan

Yes 11:1-10, Mzm 72:2,7-8,12-13,17, Luk 10:21-24

Bacaan Injil: Luk 10:21-24.

21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” 23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Renungan:

KEPUASAN seorang guru tampak kala yang diajarkan dimengerti dengan baik oleh muridnya. Mereka akan tampak makin gembira kala anak-anak didiknya lulus ujian, juga dengan nilai baik.

Yesus pun bersyukur. “Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus” (Luk 10:21). Ia bersyukur karena yang diajarkanNya dimengerti dan diikuti oleh orang-orang sederhana. “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Luk 10:21).

Sering terasa orang sederhana begitu mengimani Tuhan. Mereka tekun berdoa, hidup selaras dengan kehendakNya. Memang mungkin mereka tidak mampu menerangkan apa yang diimani, namun mereka sungguh-sungguh mengimani yang dipercaya. Sesuatu yang tak terlihat oleh cerdik pandai sudah mereka miliki dan tanam dalam batin mereka.

Kontemplasi:

Pejamkan matamu. Hadirkan dalam bayanganmu seorang tua yang tekun berdoa. Matanya terpejam. Doanya khusyuk. Ia bersatu dengan Tuhannya.

Refleksi:

Apa yang membuatmu bersyukur?

Doa:

Tuhan, Engkau telah membuka mata hati kami untuk percaya kepadaMu. Walau kami tidak mampu menjelaskan namun kami mengimaniMu. Teguhkanlah selalu iman kami. Amin.

Perutusan:

Aku bersyukur boleh bersapa dengan Tuhan secara personal. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.