Wajah Kerahiman Allah Bagi Kita

Selasa, 8 Desember 2015
Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Dosa;
Pembukaan Tahun Yubileum Kerahiman Allah;
Promulgasi RIKAS 2016-2035
Kej 3:9-15,20; Mzm 98:1,2-3ab,3c-4; Ef 1:3-6,11-12; Luk 1:26-38

Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau!”

ADA tiga peristiwa penting dalam hidup kita hari ini sebagai anggota Gereja Katolik (di Keuskupan Agung Semarang). Pertama, dalam konteks global Gereja Katolik di dunia, kita merayakan dua peristiwa iman yang mengagumkan. Hari ini adalah Hari Raya St. Maria Dikandung Tanpa Dosa. Ini merupakan salah satu hari raya penting terkait dengan St. Maria yang dirayakan dalam penanggalan liturgi Katolik Roma yang dirayakan di seluruh dunia.

Kedua, dalam konteks global Gereja Katolik, hari ini juga merupakan hari pertama Tahun Yubileum Agung Kerahiman Allah sebagaimana diumumkan oleh Paus Fransiskus. Peristiwa iman ini dimulai pada hari ini, 08 Desember 2015, dan akan berakhir pada tanggal 20 November 2016, pada Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, dan yang menghadirkan wajah kerahiman Allah.

Ketiga, dalam konteks lokal Keuskupan Agung Semarang (KAS), hari ini merupakan hari yang istimewa. Sebagaimana diwasiatkan oleh Mgr. Johannes Pujasumarta sebelum wafatnya, kita diminta untuk mempromulgasikan (mengumumkan), Rencana Induk KAS atau disingkat RIKAS 2016-2035. Kita diundang untuk mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman. Hari ini adalah hari promulgasi RIKAS 2016-2035.

Maka, dalam ketiga konteks itulah, kita berdoa semoga kita dapat hidup penuh rahmat seperti dialami oeh St. Maria, bunda Yesus Kristus dan bunda kita pula. Seperti diwartakan dalam Injil pada hari ini, malaikat Gabriel memberi salam kepada Maria sebagai sosok yang penuh rahmat. Allah telah memilih dia menjadi bunda bagi sang Juruselamat, Yesus Kristus.

Sesungguhnya, Allah memberikan kepada kita rahmat dan Allah memanggil kita untuk menanggapi dengan kehendak, ketaatan, dan ketakwaan yang sama seperti yang dilakukan St. Maria. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita tidak hanya menyembah Yesus Kristus, satu-satunya wajah kerahiman Allah yang sempurna, tetapi juga berdoa agar Ia memberi kita rahmat untuk mewujudkan peradaban kasih dalam kehidupan kita sehari-hari yang sejahtera, bermartabat dan beriman.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah wajah kerahiman Allah yang hidup. Engkau menawarkan rahmat, kerahiman dan pengampunan yang berlimpah kepada kami. Berilah kami rahmat dan daya-kuat untuk menanggapi kasih-Mu. Semoga kami mampu mewujudkan peradaban kasih dalam hidup kami sehari-hari yang sejahtera, bermartabat dan beriman kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.