Spirit Kemartiran dan Kerahiman

Kamis, 10 Desember 2015
Pekan Adven II
Yes 41:13-20; Mzm 145:1,9-13; Mat 11:11-15

Yesus berkata kepada orang banyak, “{Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis….”

ITULAH yang diwartakan Injil pada hari ini. Yesus menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah sosok terbesar yang pernah lahir di bumi ini. Ia juga tokoh terbesar dalam kerajaan surga. Yohanes menjadi sosok terbesar karena menderita kekerasan dalam mewartakan bahwa kerajaan Allah sudah dekat. Ia ditangkap, dipenjara, dan dipenggal kepalanya sebagai martir. Dan kita tahu bahwa sejak kemartirannya itulah, hingga hari ini, kerajaan Allah ditandai oleh kemartiran melalui penganiaya dan penderitaan. Darah para martir sepanjang abad menjadi saksi kenyataan ini.

Namun, sumber dan puncak dari kemartiran adalah Yesus Kristus sendiri yang menumpahkan darah-Nya untuk menebus kita dari perbudakan dosa dan setan serta ketakutan akan maut. Ia memberi kita daya Roh Kudus untuk mengatasi segalam ketakutan dengan iman, keputusasaan dengan pengharapan, dan setiap kebencian, kekerasan, kecemburuan serta prasangka tidak adil dengan kasih dan belarasa kepada semua orang, bahwa kepada mereka yang ingin menghancurkan dan membunuh kita sekalipun. Itulah spirit kemartiran dan kerahiman dewasa ini seturut ajaran Kristus.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Kristus kita mewartakan sukacita Injil Kristus di tengah penderitaan dan kekerasan. Di sana kita juga mohon semangat kemartiran dan kerahiman hingga kita mampu bersaksi tentang sukacita Injil di tengah tantangan kehidupan harian yang penuh dengan perlawanan, pencobaan dan penolakan.

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami roh kemartiran dan kerahiman-Mu hingga kami dapat mengasihi musuh kami, bersukacita dalam derita, sabar dalam hidup yang sukar, mengampuni yang melukai kami, dan berbelas kasih serta berbelarasa kepada yang tak berpengharapan dan membutuhkan bantuan. Penuhilah kami dengan daya Roh Kudus-Mu dan berilah kami rahmat yang cukup, kekuatan dan kebijaksanaan untuk menghadapi setiap pencobaan dan menjawab setiap tantangan dalam iman, harapan dan kasih, kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.