logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Sabda Hidup: Jumat, 11 Desember 2015

Damasus I

Warna Liturgi Ungu

Bacaan

Yes 48:17-19, Mzm 1:1-2,3,4,5 Mat 11:16-19

Bacaan Injil: Mat 11:16-19.

16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: 17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. 18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. 19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

Renungan:

DALAM kehidupan bersama sering kita tidak gampang menerima orang yang sedang memimpin kita. Selalu saja ada persoalan yang bisa dimunculkan,

Dulu pada waktu di seminari kami sering jengkel dan bermasalah dengan pemimpin. Namun setelah mereka pergi atau kami pindah tingkat kami rindu dengan kepemimpinannya. Kami bisa melihat bahwa kebijakannya baik untuk kami.

Kadang pada saat bersama kami menginginkan ia pun mengikuti ritme kita. “Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung” (Mat 11:17). Kita tidak mencoba mengikuti ritme dia, tapi memaksa dia mengikuti ritme kita. Dan hal itulah yang seringkali menimbulkan persoalan. Dibutuhkan kerelaan dan kerendahan hati menerima sesuatu yang berbeda dengan harapan kita. Dengan begitu semuanya tanpa diminta pun bisa bersama-sama menari atau pun berkabung.

Kontemplasi:

Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan relasimu dengan pemimpinmu.

Refleksi:

Bagaimana menjaga ritme kehidupan bersama?

Doa:

Tuhan semoga aku makin mengenal caraMu dalam mendampingi hidup kami. Semoga kami pun mempunyai kerelaan hati untuk menerima caraMu yang mungkin berbeda dengan harapan kami. Amin.

Perutusan:

Aku akan menyelaraskan hidupku dengan rencana Tuhan. -nasp-

sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.