logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Sabda Hidup: Selasa, 15 Desember 2015

Hari Biasa Pekan III Adven

warna liturgi Ungu

Bacaan

Zef. 3:1-2,9-13; Mzm. 34:2-3,6-7,17-18,19,23; Mat. 21:28-32, BcO Yes. 30:27-33; 31:4-9

Bacaan Injil: Mat. 21:28-32.

28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. 32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

Renungan:

MENYESAL. Anak kedua menyesal telah menjawab “aku tidak mau” kepada bapaknya (bc. Mat 21:30). Sikap anak kedua ini sebagai sikap yang melaksanakan kehendak bapaknya.

Kadang-kadang dalam hidup ini kita pun enggan, malas bahkan tidak mau melakukan apa yang diperintahkan kepada kita. Mungkin karena kita lagi lelah. Mungkin juga karena jengah karena selalu mendapat perintah. Dan mungkin juga karena kita memang malas.

Perintah memang kadang tidak mengenakkan, apalagi kalau berasal dari orang-orang yang suka memerintah. Namun rasanya kita perlu menelisik kembali perintah yang kita terima. Kala kita sadar bahwa perintah tersebut baik, maka layaklah kita menyesali kalau kita sempat menolaknya.

Kontemplasi:

Duduklah dengan tenang. Hadirkan satu peristiwa yang membuatmu menyesal.

Refleksi:

Tulislah pengalaman penyesalanmu.

Doa:

Bapa, ampunilah segala kesalahanku. Aku ingin berbalik pada kehendakMu. Amin.

Perutusan:

Aku menyesali segala kesalahanku dan memperbaiki diriku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.