logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Senin, 24 Januari 2022

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” <Mrk 3:22-30> Dosa melawan Roh Kudus berarti melawan

Selengkapnya »

Diteguhkan dalam Perjumpaan Iman

Empat lilin di korona adven telah menyala! Itu artinya, semakin dekatlah Natal yg akan kita rayakan utk mensyukuri kasih setia Allah kepada umat manusia melalui peristiwa inkarnasi. Sungguh Sang Firman telah menjadi manusia (Yoh 1:14) sebagaimana dinyatakan dlm Kitab Suci,“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dg Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh 1:1). Bersama Bunda Elisabet, kita diajak bersyukur dan memuji kasih setia Allah sebagaimana diserukan, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Kegembiraan Elisabet meluap semata-mata karena Maria, sang perawan terberkati dan yg sedang mengandung Sang Firman mengunjungi dan menyampaikan salamnya. Salam dari Maria membuat jabang bayi dlm kandungan Elisabet melonjak kegirangan. Salam dari Maria membuat siapa pun yang menerima salam itu diberkati dg kegembiraan krn salam itu adalah salam penuh kasih, salam persaudaraan, salam kedamaian dan bukan salam tempel (utk menyuap). Pada Minggu adven IV ini, marilah kita mohon kepada Allah Mahakasih agar hati dan budi, jiwa dan raga kita sungguh siap utk merayakan syukur inkarnasi Sang Firman itu dengan sepenuh hati. Semoga kita pun mampu menghadirkan salam kedamaian, salam kasih, salam persaudaraan kepada siapa pun yg kita jumpai sehingga salam itu menjadi sebentuk doa syukur. Kata-kata kita hendaklah menjadi kata-kata/salam yg meneguhkan dan membangkitkan siapa pun utk tetap gembira, semangat dan hidup dlm kebenaran Allah. Jangan sia-siakan kata-kata yg keluar dari mulut kita dengan sumpah-serapah (Jawa: pisuhan/misuh-misuh) sebab pikiran, mulut dan lidah bahkan tubuh kita ini dikuduskan bagi kemuliaan Allah (1 Kor 6:19-20)***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.