logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Sukacita Melihat Keselamatan

Selasa, 29 Desember 2015
Oktaf Natal
1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35

Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa…”

DALAM Injil hari ini kita menemukan beberapa peristiwa penting. Pertama, setelah kelahiran Yesus, Maria menepati ritual pemurnian seturut adat Yahudi. Ritual ini sejalan dengan persembahan dan penebusan putra sulung yang harus dipersembahkan kepada Allah.

Kedua, dalam ritual ini Maria hanya bisa mempersembahkan sepasang anak burung tekukur sebagai orang miskin sebab Yesus lahir dalam keluarga yang tak kaya. Yesus taat pada mereka dan tumbuh dalam kebijaksanaan dan hikmat karena orangtua-Nya mengasuh anak-Nya dalam sikap takwa pada Allah.

Ketiga, kita baca juga Simeon seorang yang saleh yang penuh Roh Kudus. Ia berjumpa dengan dan menggendong Kanak-Kanak Yesus di Bait Allah. Ia pun seketika mengenali Bayi Betlehem itu sebagai penggenapan nubuat, pengharapan dan doa mesianik saat Maria dan Yosef mempetkenalkan Bayi itu kepadanya.

Keempat, Simeon memberkati Maria dan Yosef dan menubuatkan tentang Anak dan Maria yang akan menderita karena-Nya. Maria akan diberkati namun hatinya juga akan tertikam pedang oleh kematian Anak ini pada kayu salib. Namun Maria menerimanya dengan setia.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita belajar beriman saleh seperti Maria, Yosef dan Simeon. Seperti mereka, kita membiarkan Yesus Kristus membanjiri hati kita dengan damai, sukacita dan cinta.

Tuhan Yesus Kristus, pada-Mu kami persembahkan segala milik dan hasrat kami, hidup, keluarga, sahabat, kesehatan, kekayaan, dan masa depan kami. Berilah kami apa pun yang kami perlukan untuk mengenal, mengasihi, melayani dan menyenangkan Dikau kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.