Sembahlah Dia Senantiasa!

Dunia modern identik dg aneka kemajuan dlm berbagai bidang kehidupan. Ilmu pengetahuan, transportasi serta komunikasi, misalnya, terus mengalami percepatan yg luar biasa. Tentu semua itu patut kita syukuri. Meski demikian, ada yg memprihatinkan pula dlm arus modernitas itu khususnya dlm penghayatan iman. Banyak orang semakin pandai tetapi ada kecenderungan utk semakin sekular dan bahkan tdk lagi meyakini Allah (atheis). Melalui tiga majus dari Timur (ahli astronomi) kita diajak utk melihat bagaimana usaha mereka utk terus mencari dan menemukan Allah. Melalui ilmu pengetahuan yg mereka kuasai, mereka justru makin mendekat kepada Allah dan tdk malah menyingkirkan-Nya. Ketiga majus itu juga menjadi gambaran akan orang-orang yg selalu rindu utk menemukan Allah Sang Sumber Kebenaran. Meskipun mereka pandai tetapi tidak menjadi sombong diri. Mereka akhirnya dituntun sampai di Betlehem. Ilmu pengetahuan mengantar mereka utk menemukan Allah. Sudahkah aku berupaya utk terus menemukan Allah dan kehendak-Nya?***d2t

Tentang Epifania (Penampakan Tuhan)*

Manakah yag benar, Epifani dikaitkan dengan kunjungan tiga Raja kepada Yesus, atau dikaitkan dengan pembaptisan Yesus? Bukankah kedua peristiwa itu jauh terpisah; mgp dirayakan bersama?

Bertrandus Rubi.

Kita harus mengetahui dulu apa arti Epifania. Kata ini diterjemahkan sebagai penampakan Tuhan, artinya bahwa peristiwa yang terjadi mengungkapkan keilahian Yesus Kristus, bahwa Yesus adalah Allah. Pengungkapan keilahian ini terjadi pada beberapa peristiwa, bukan hanya satu peristiwa saja. Karena itu, kedua peristiwa yg Anda rujuk memang dikaitkan dengan pengungkapan keilahian Yesus, bahkan juga ada perkawinan di Kana yg mengungkapkan keilahian Yesus.

Pertama, Epifania diungkapkan dalam kunjungan para Majus atau sering disebut tiga Raja, yaitu melalui persembahan yang mereka bawa, yaitu dupa sebagai persembahan untuk menghormati Allah (Mat 1:11).

Kedua, penampakan keilahian Yesus muncul dalam pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, yaitu dalam kata-kata yang terdengar di langit: ”Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Luk 3:22; Mat 3:17; Mrk 1:11; Luk 9:35).

Ketiga, perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11) yang mengungkapkan keilahian Kristus lewat mukjizat yang pertama.

Sudah sejak abad IV, pesta Epifania dikaitkan dengan empat peristiwa, yaitu kelahiran Kristus, sembah sujud orang Majus, pembaptisan-Nya, dan perkawinan di Kana.

(Dr. Petrus Maria Handoko, CM)

*Dikutip dari Majalah HIDUP online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.