logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Jumat, 21 Januari 2022

“Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil”. <Mrk 3:13-19> Tanggungjawab sebagai umat beriman adalah menjadi murid-Nya dengan setia dalam

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 20 Januari 2022

“Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.” <Mrk 3:7-12> Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu membuat kebaikan

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Kamis, 21 Januari 2016

Peringatan Wajib St. Agnes

warna liturgi Merah

Bacaan

1Sam. 18:6-9; 19:1-7; Mzm. 56:2-3,9-10a,10bc-11,12-13; Mrk. 3:7-12. BcO Kej. 15:1-21

Bacaan Injil: Mrk. 3:7-12.

7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” 12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Renungan:

KALA membaca bacaan hari ini saya terbayang kerumunan manusia yang mengerubuti seorang tokoh. Para artis sering dikejar-kejar wartawan. Pemimpin-pemimpin publik juga demikian. Sampai-sampai mereka harus dikawal orang-orang tertentu.

Orang banyak pun mengerubuti Yesus. Mereka berusaha untuk selalu bisa berada di dekatnya. Untuk menghindari terhimpit Yesus meminta satu perahu. Setiap orang yang disembuhkan selalu tersungkur dan mengatakan, “Engkaulah Anak Allah” (Mrk 3:11).

Dalam beberapa kesempatan Ekaristi novena di tempat pejiarahan pun sering kualami hal seperti itu. Kala prosesi atau pun kembali ke sakristi banyak umat mengerumuni. Ada yang menjabat tangan. Namun tidak sedikit pula yang sekedar memegang kasula yang dikenakan. Mereka meyakini itu sebagai berkat.

Siapa pun kita pada saat tertentu akan menjadi kerumunan banyak orang. Tantangannya adalah bahwa pada masa seperti itu bagaimana kita tidak menjadi bangga dengan diri kita. Namun kita tetap menegaskan bahwa Allahlah yang membuat mereka datang mengerumuni kita. Pancaran Allah begitu kuat pada mereka yang percaya.

Kontemplasi:

Pejamkan matamu sejenak. Ingatlah satu kesempatan dirimu dikerumuni banyak orang.

Refleksi:

Tulislah pengalaman ketika dirimu menjadi pusat perhatian.

Doa:

Tuhan semoga aku tetap bisa menyadari dan mengakui bahwa Engkaulah yang telah membuat aku seperti sekarang. Semoga aku bisa memperkenalkanMu di antara mereka yang hadir di dekatku. Amin.

Perutusan:

Aku akan tetap meyakini Allahlah yang membuatku berarti. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.