logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Jumat, 22 Januari 2016

Peringatan St. Vincentius

warna liturgi Hijau

Bacaan: 1Sam. 24:3-21; Mzm. 57:2,3-4,6,11; Mrk. 3:13-19. BcO Kej. 16:1-16

Bacaan Injil: Mrk. 3:13-19.

13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Renungan:

Dipilih menjadi pemimpin tentu akan memberikan kebahagiaan tersendiri. Sekalipun orang itu berkesan terpaksa tapi saya yakin di hati kecilnya dia bangga sebagai yang terpilih. Rasanya dalam hati kecilnya setiap manusia ingin menjadi pemimpin. Maka ketika mereka dipilih, hatinya pun akan bergembira.

Beberapa orang dipanggil oleh Yesus menjadi muridNya. Mereka diberi kuasa untuk menjalankan tugasnya. Mereka dipilih dari ribuan orang yang selalu mengikutiNya. Tentu ada rasa bangga dan bahagia di hati orang-orang tersebut. Namun mereka menjadi berarti kala menyambungkan diri dengan yang memilihnya. Ketika terpisah, seperti Yudas Iskariot, dirinya menjadi tidak berarti.

Siapa pun dari kita yang terpilih menjadi pemimpin pun akan berati kala menyatu dengan yang memilih. Pemimpin dalam keluarga pun menjadi berarti kala menyatu dengan anggota keluarganya. Kala ia melepaskan diri maka ia pun akan kehilangan artinya. Maka marilah kita mensyukuri keterpilihan kita dan selalu menyatu dengan yang memilih kita.

Kontemplasi: Bayangkan dirimu terpilih menjadi seorang pemimpin. Hadirkan pula relasi-relasimu dengan yang memilihmu.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu menjaga relasi dengan para pemilihmu.

Doa: Tuhan terima kasih telah menempatkanku sebagai pemimpin sesuai dengan kapasitasku. Semoga aku selalu menyatu denganMu yang telah memilihku. Amin.

Perutusan: Aku akan bersatu dengan Tuhan sang pemilihku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.