Diutus Menjadi Nabi: Berani?

Menjadi “nabi” di zaman ini, bukanlah sesuatu yg mudah bahkan tak jarang memunculkan aneka hal: ditolak, dimusuhi, dibenci, dikucilkan. Sebagai murid-murid Yesus, kita justru senantiasa dipanggil utk menghidupi kenabian itu dlm kesaksian setiap hari. Hidup baik dan benar seturut perintah Allah menuntut kita utk tdk lelah mewujudkannya. Jika Yesus tdk takut ditolak, dimusuhi, dibenci krn kebenaran yang diwartakan-Nya, akankah kita mjd kecut, surut & takut? Dlm panggilan kenabian berlaku: “Apa yang benar belum tentu enak didengar dan apa yang enak didengar belum tentu benar.” Berani terima tantangan menjadi nabi-Nya?***d2t

Untuk para calon mempelai dan umat semuanya:

  • Minimal 3 bulan sebelum hari H perkawinan harap segera mendaftarkan diri ke sekretariat kantor paroki. Akan lebih baik jika jauh-jauh hari sebelumnya telah mendaftarkan diri.
  • Mereka yg akan menikah dg calon pasangan Beda Agama (non baptis) dan Beda Gereja (Protestan) harap secepatnya bertemu dg Romo utk berkonsultasi jauh-jauh hari agar dapat diteliti adakah halangan-halangan mendasar yg kemungkinan menyertai dan bisa menggagalkan rencana perkawinan tsb.
  • Utk Catatan Sipil, para calon mempelai harus mengurusnya sendiri ke kantor Catatan Sipil. Petugas sekretariat kantor paroki tidak diperkenankan mengurusnya.
  • Demi tertib administrasi, mintalah bukti resmi pembayaran yg Anda lakukan dari petugas sekretariat paroki dan teruskan informasi Anda ke layanan SMS Umat: 081-1277-1277. Tuliskan informasi dg lengkap supaya dapat diperiksa ulang.

 

Upacara Pelantikan Katekumen (Kamus Liturgi Sederhana, hlm 221-222)

Merupakan salah satu tahap dalam proses inisiasi Kristiani. Lazim juga disebut Upacara Tahap I. Upacara ini menandai peralihan seseorang dari status simpatisan menjadi katekumen. Upacara ini diadakan bagi para simpatisan yg sudah mantap dan dinilai Gereja memiliki keinginan yg tulus dan serius utk menjadi orang Kristen. Berkat upacara ini, seseorang resmi menjadi katekumen dan diperhitungkan dlm kelompok kaum beriman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.