logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Minggu, 7 Februari 2016

Hari Minggu Biasa V

warna liturgi Hijau

Bacaan

Yes. 6:1-2a,3-8; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5,7c-8; 1Kor. 15:1-11 (1Kor. 15:3-8,11); Luk. 5:1-11. BcO Kej. 39:1-23

Bacaan Injil: Luk. 5:1-11.

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Renungan:

“BERTOLAKLAH ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan” (Luk 5:4). Duc in Altum. Mendengar kalimat ini mengingatkanku pada moto Uskup Mgr Pujasumarta. Di tengah keriuahan hidup umat manusia, Mgr Puja mengajak kita untuk “Duc in Altum”. Beliau mengajak kita untuk masuk dalam keheningan batin yang mendalam.

Telah semalaman para murid mencoba menangkap ikan. Tidak ada satupun ikan yang mereka tangkap. Perasaan lelah, jengkel, kecewa bahkan mungkin putus asa menghiasi hidup mereka. Jerih lelahnya tak menghasilkan apa-apa. Datanglah Yesus yang mengundang mereka untuk bertolak ke tempat yang dalam, meninggalkan keriuhan batinnya dan mengikuti ajakanNya. Ketika mereka mengikuti Yesus, mereka pun menangkap banyak ikan.

Hidup kita penuh dengan aneka macam aktivitas. Dari pagi sampai malam kita disibukkan oleh aneka macam kegiatan. Bahkan kadang makan pun tak sempat. Hidup harian seperti itu sering membuat kita lelah. Tidak jarang kita merasa tidak mendapatkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan keinginan memenuhi kewajiban. Maka rasanya kita perlu bertolak ke tempat yang dalam, Duc in Altum. Kita masuk dalam keheningan batin yang mendalam untuk menangkap tangkapan harian kita.

Kontemplasi:

Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 5:1-11. Bayangkan dirimu yang telah lelah bekerja dan merasa hampa.

Refleksi:

Bagaimana dirimu menjaring ikan kalau dirimu telah merasa lelah bekerja dan beraktivitas?

Doa:

Bapa, kesibukan sering membuatku merasa kering. Hidup seakan tidak mempunyai arti. Semoga aku selalu mampu menangkap pesan-pesanMu dalam kehidupan harianku. Amin.

Perutusan:

Aku akan menangkap pesan-pesanNya walau seakan hidupku kering dan tak berarti. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.