Sabda Hidup: Kamis, 11 Februari 2016

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA

SP Maria dr Lourdres

warna liturgi Ungu

Bacaan

Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25. BcO Kel. 1:1-22.

Bacaan Injil: Luk. 9:22-25.

22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” 23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. 24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. 25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Renungan:

BANYAK orang menyebut penderitaannya sebagai bentuk dari memikul salib. Kala sakit lalu bilang, “Baru memanggul salib.” Kala lagi terpuruk pun bilang begitu. Apakah begitu yang dimaksud Yesus dengan, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku?” (Luk 9:23).

Kiranya kalau dimengerti seperti itu bisa dibayangkan betapa kejamnya Tuhan. Ia meminta kita menanggung beban penderitaan seperti itu.

Saya merasa memanggul salib itu lebih berarti hidup selaras dengan kehendak Tuhan dan kita sungguh memperjuangkan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita sungguh-sungguh membela kebenaran, kesejahteraan, keadilan, hidup dengan serius barulah kita bisa menyebut diri memanggul salib. Kristus pun memanggul salib karena Ia memperjuangkan kehadiran kerajaan Allah. Ia sungguh berjuang agar damai sejahtera sungguh dirasakan umat manusia. Maka marilah kita memanggul salib dengan sungguh-sungguh memperjuangkan hidup bersama yang lebih baik.

Kontemplasi:

Dengarkan dan bayangkan sabda Tuhan dalam Injil Luk. 9:22-25.

Refleksi:

Tulislah makna memanggul salib.

Doa:

Bapa, semoga aku sanggup memanggul salib harianku. Amin.

Perutusan:

Aku akan serius menjalani hidupku sebagai wujud dari memanggul salib harianku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.