logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Senin, 29 Februari 2016

Hari Biasa Pekan III Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan

2Raj. 5:1-15a; Mzm. 42:2,3; 43:3,4; Luk. 4:24-30. BcO Kel. 24:1-18

Bacaan Injil: Luk. 4:24-30.

24 Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. 25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. 26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. 27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.” 28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Renungan:

WALAU sesuatu yang dikatakan benar, namun mereka yang tersinggung akan memunculkan reaksi tertentu. Ada yang marah. Ada yang sinis. Ada yang nglokro. Ada yang mutung. Dan masih banyak lagi reaski yang bisa disampaikan.

Orang-orang Yahudi tersinggung dengan ucapan Yesus. Mereka jadi marah dan hendak menghukum Yesus. “Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu” (Luk 4:29).

Banyak hal yang bisa membuat seseorang tersinggung. Namun kala kita gampang tersinggung kita pun akan gampang lelah. Kita tidak akan mudah menikmati kemerdekaan pergaulan dan persaudaraan. Kita pun tidak mudah untuk menangkap pesan yang disampaikan dan kemungkinan memperbaiki diri. Mari kita belajar menangkap dengan tenang walau ada kata-kata pedas yang mengenai diri kita. Kemampuan itu akan mendewasakan kita.

Kontemplasi:

Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 4:24-30. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi:

Bagaimana menahan diri dari rasa tersinggung?

Doa:

Tuhan aku ajarilah aku untuk tetap tenang menerima kritikan yang tajam sekalipun. Semoga aku bisa menangkap pesan darinya dan mengubah kekurangan hidupku. Amin.

Perutusan:

Aku tidak ingin tersinggung. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.