logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Tak Gila Hormat, Percaya pada Yesus

Senin, 7 Maret 2016
Pekan Prapaskah IV
PW S. Perpetua dan Felisitas, Martir
Yes 65:17-21; Mzm 30:2.4.5-6.11-12a.13b; Yoh 4:43-54

Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. … Di Kapernaum ada seorang pegawai istana, yang anaknya sedang sakit. Ketika pegawai itu mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya, lalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. (Dan Yesus menyembuhkan anak itu) …. Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

DARI Injil hari ini kita bisa belajar dua hal. Pertama dari Yesus. Kedua dari pegawai istana.

Pertama, mari kita perhatikan yang dinyatakan penginjil Yohanes bahwa Yesus sendiri menegaskan, tak ada nabi yang dihormati di tempat asalnya. Di sini kita belajar bahwa dalam kenyataannya, Yesus tidak gila hormat. Ia lebih tertarik pada tugas perutusan-Nya. Kita harus memiliki komitmen dalam tugas perutusan kita, tanpa sikap gila hormat, entah orang mengapresiasinya entah tidak, tidak penting.

Kedua, dari Injil hari ini kita juga dapat belajar dari seorang pegawai istana Kapernaum yang mengandalkan Yesus Kristus. Pelajaran penting yang dapat kita petik adalah bahwa ia dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus Kristus. Ia menerima mujizat yang dimintanya kepada Yesus lalu ia dan seluruh keluarganya percaya kepada-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita bersembah sujud kepada Yesus Kristus, kita belajar berkomitmen pada panggilan kita sebagai murid-murid-Nya, entah kita dihargai entah tidak. Sama seperti pegawai istana itu, dalam Adorasi Abadi kita ingin membantu keluarga kita untuk memiliki iman mendalam kepada Kristus.

Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk memiliki iman yang lebih besar untuk melihat kehadiran-Mu dalam Sakramen Mahakudus yang kami sembah dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Berdasarkan itu, semoga kami mengalami kasih-Mu dalam hal-hal kecil di hidup kami. Bantulah kami juga membawa orang lain dekat dengan-Mu kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.