logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Senin, 24 Januari 2022

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” <Mrk 3:22-30> Dosa melawan Roh Kudus berarti melawan

Selengkapnya »

Mengasihi Yesus Kristus Kendati Kita Berdosa

Selasa, 22 Maret 2016
Pekan Suci
Yes 49:1-6; Mzm 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17; Yoh 13:21-33.36-38

Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan…, Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” Sahut Yesus, “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.”

DALAM Injil hari ini Petrus berkata kepada Yesus, “Tuhan…, Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!’ Kita tahu bahwa Petrus mengasihi Yesus. Ia merasakan kekuatan kasihnya dan tidak ragu untuk mengatakan bahwa ia rela mati untuk Yesus.

Namun Yesus menjawab, “Kamu akan memberikan nayawamu untuk-Ku? Sungguh, Aku berkata kepadamu, ayam tidak akan berkokok sebelum kami menyangkal Aku sampai tiga kali.” Apa artinya? Petrus memilik niat yang serius dan sungguh untuk mengorbankan hidupnya bagi Yesus, namun ada sesuatu yang masih kurang. Setiap kali ia merasa begitu siap untuk mengatasi sesuatu demi kasihnya kepada Kristus, namun segera hambatan datang, ia mengalami begitu lemah.

Yang Yesus katakan kepada Petrus juga disampaikan kepada kita. Sama seperti Petrus, kita mungkin tidak berpikir seperti yang dipikirkan Allah, tetapi hanya memikirkan yang dipikirkan manusia. Kita semua pun tahu, Petrus akan berhasil pada akhirnya menjadi hamba Tuhan yang taat dan rendah hati, bertahan teguh sampai akhir. Kita pun sering melakukan banyak kesalahan setiap hari, namun mari kita terus bangun untuk mengasihi Yesus. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita mohon kepada-Nya untuk kian mengasihi-Nya kendati kelemahan kita.

Tuhan Yesus Kristus, seperti Petrus kami sering jatuh berkali-kali. Setiap saat itu terjadi karena kami hanya mengandalkan diri kami sendiri dari pada mengandalkan Dikau. Bantulah kami untuk mendengarkan kehendak-MKu dan niat mendalam untuk berdoa kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.