Ekaristi Membangun Paguyuban Kasih

Mengasihi siapa? Kalau mengasihi orang yg baik kepadaku, itu sudah layak dan pantas bahkan wajib. Kalau mengasihi orang yg membenci, memusuhi, memfitnah, mungkinkah itu kulakukan? Ternyata mengasihi bukanlah perkara mudah karena dari dalam diri kita muncul kriteria siapa yg layak dan tdk layak kita kasihi. Betulkah demikian ajaran Kristus? Jelas tidak! Tuhan Yesus tdk pernah membuat kriteria dlm ajaran kasih-Nya bahkan kepada mereka yg membenci dan memusuhi pun, kita diharuskan tetap mengasihi. “Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yg menganiaya kamu” (Matius 5:43). Jika kita tidak berani mengasihi, berarti kita adalah orang-orang yg tdk punya kasih padahal Allah adalah kasih (1 Yoh 4). Maka, tidak mau mengasihi berarti tidak memiliki Allah dlm hidup. Karena kita telah lebih dahulu dikasihi Allah di dalam Yesus Kristus, sudah selayaknya kita juga harus mengasihi siapa pun bahkan kepada mereka yg menolak, membenci, memusuhi kita. Jangan pakai kacamata hitam untuk melihat dunia sekitarmu tetapi pakailah kacamata bening agar kasih Allah senantiasa merajai hatimu.***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.