Yesus Kristus Mendoakan Kita

Minggu, 8 Mei 2016
Paskah VII
Kis 7:55-60; Mzm 97:1.2b.6.7c.9; Yoh 17:20-26

Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya,
“Bapa yang kudus, Aku berdoa untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau,
agar mereka juga di dalam Kita,
supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

DALAM Injil hari ini kita berjumpa dengan Yesus Kristus yang mendoakan kita semua. Kita tahu bahwa inti doa Yesus adalah kesatuan kita dengan Bapa dan kita satu sama lain.

Yesus berdoa sebagai Imam Agung dalam Perjamuan Malam Terakhir bersama para murid-Nya. Beginilah Yesus berdoa, “Bapa yang kudus, Aku berdoa untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau,
agar mereka juga di dalam Kita,
supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Sesungguhnya doa itu menyatakan kerinduan-Nya agar kita bersatu dalam Dia dan Bapa hingga kita semua saling bersatu. Doa itu tentang kasih dan kesatuan yang Ia rindukan pada semua orang yang percaya pada-Nya dan mengikuti-Nya. Doa itu tentang kesatuan semua Umat Kristiani yang percaya pada-Nya di seluruh dunia sepanjang masa.

Betapa agung dan mengagumkan bahwa jauh masa sebelum kita mengimani Dia, Ia telah berdoa bagi kita. Ia berdoa untuk kita masing-masing demi keselamatan kita.

Yesus menghendaki kita menjadi satu sama sepertia Ia dan Bapa adalah satu hingga kita bersaksi bahwa kita adalah para pengikut-Nya. Juga hari ini Yesus Kristus mempercayakan tugas itu kepada kita agar Ia dikenal dan dikasihi.

Apa yang dapat kita buat agar doa Yesus ini benar terjadi? Pertama, kita dapat menabur benih-benih persahabatan dan kesatuan saat persaingan dan perpecahan menandai masyarakat kita. Kedua, di dunia yang ditandai rasa benci, iri hati, cemburu dan kekerasan kita dapat menaburkan belas kasih, kerahiman dan pengampunan.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang melibatkan kita dalam doa-Nya sebaga Imam Agung pada Perjamuan Malam Terakhir. Di sana kita berdoa pula agar kita bertumbuh dalam kesatuan bersama sebagai saudari-saudara. Kita menggabungkan doa kita dalam doa Yesus demi kesatuan semua.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami menjadi satu dalam kasih di tengah dunia kami yang hari ini pun masih terluka oleh kebencian, perpecahan, kecemburuan dan keirihatian, bahkan di antara para murid-Mu. Bantulah kami bertumbuh dalsm kasih persaudaraan, kesatuan, dan rekonsiliasi satu sama lain kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.