logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Senin, 24 Januari 2022

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” <Mrk 3:22-30> Dosa melawan Roh Kudus berarti melawan

Selengkapnya »

Melihat Kristus dan Mengalami Kerahiman-Nya

Kamis, 26 Mei 2016
Pekan Biasa VIII
PW S. Filipus Neri, Imam
1Ptr 2:2-5.9-12; Mzm 100:2.3.4.5; Mrk 10:46-52

Bartimeus berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Orang buta itu menjawab, “Rabuni, supaya aku dapat melihat.” Yesus lalu berkata kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

SAAT membaca, memeditasikan dan merenungkan Injil hari ini, saya berdoa kepada Yesus Kristus seperti Bartimeus mohon belas kasihan Tuhan. Saya mempunyai masalah dengan mata kanan saya yang terkena pterygium tingkat ketiga yangv menginvasi kornea plus inflamasi sehingga mengganggu axis visual. Meski saya tidak buta seperti Bartimeus, namun seringkali keadaan itu membuatku sangat menderita.

Dua belas tahun lalu saya pernah mengalami hal yang sama dengan mata kiri saya. Empat kali dioperasi. Sekitar empat tahun lalu yang kanan mengalami masalah yang sama. Ya Tuhan, kasihanilah aku! Terima kasih atas salib ini.

Maka, saat membaca, memeditasikan dan merenungkan pengalaman Bartimeus, saya dapat merasakan penderitaannya. Namun kini aku juga merasakan bahwa hidupnya tidak akan sama lagi sejak perjumpaan-Nya dengan Kristus. Ia sepenuhnya diubah oleh Kristus dan iapun sembuh. Ia dapat melihat lagi.

Menurutku, melihat lagi berarti mengerti hidupku dan segala hal yang menyertainya seturut perspektif Allah. Itu juga berarti bahwa aku bahagia mengikuti kehendak Allah apa pun itu.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita menyembah Yesus Kristus, pada saat yang sama kita menjadi seperti Bartimeus. Kita berseru kian lantang mohon belas kasihan-Nya agar kita dapat mengalami kasih-Nya dan bahagia.

Tuhan Yesus Kristus, kami datang pada-Mu untul berdoa dan menyembah-Mu. Bantulah kami melihat karya agung-Mu dalam hidup kami. Bantulah kami agar mampu melihat salib sebagai kesempatan bertumbuh dalam relasi personal dengan Dikau kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.