Melihat Kristus dan Mengalami Kerahiman-Nya

Kamis, 26 Mei 2016
Pekan Biasa VIII
PW S. Filipus Neri, Imam
1Ptr 2:2-5.9-12; Mzm 100:2.3.4.5; Mrk 10:46-52

Bartimeus berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Orang buta itu menjawab, “Rabuni, supaya aku dapat melihat.” Yesus lalu berkata kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

SAAT membaca, memeditasikan dan merenungkan Injil hari ini, saya berdoa kepada Yesus Kristus seperti Bartimeus mohon belas kasihan Tuhan. Saya mempunyai masalah dengan mata kanan saya yang terkena pterygium tingkat ketiga yangv menginvasi kornea plus inflamasi sehingga mengganggu axis visual. Meski saya tidak buta seperti Bartimeus, namun seringkali keadaan itu membuatku sangat menderita.

Dua belas tahun lalu saya pernah mengalami hal yang sama dengan mata kiri saya. Empat kali dioperasi. Sekitar empat tahun lalu yang kanan mengalami masalah yang sama. Ya Tuhan, kasihanilah aku! Terima kasih atas salib ini.

Maka, saat membaca, memeditasikan dan merenungkan pengalaman Bartimeus, saya dapat merasakan penderitaannya. Namun kini aku juga merasakan bahwa hidupnya tidak akan sama lagi sejak perjumpaan-Nya dengan Kristus. Ia sepenuhnya diubah oleh Kristus dan iapun sembuh. Ia dapat melihat lagi.

Menurutku, melihat lagi berarti mengerti hidupku dan segala hal yang menyertainya seturut perspektif Allah. Itu juga berarti bahwa aku bahagia mengikuti kehendak Allah apa pun itu.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita menyembah Yesus Kristus, pada saat yang sama kita menjadi seperti Bartimeus. Kita berseru kian lantang mohon belas kasihan-Nya agar kita dapat mengalami kasih-Nya dan bahagia.

Tuhan Yesus Kristus, kami datang pada-Mu untul berdoa dan menyembah-Mu. Bantulah kami melihat karya agung-Mu dalam hidup kami. Bantulah kami agar mampu melihat salib sebagai kesempatan bertumbuh dalam relasi personal dengan Dikau kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.