logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Mengandalkan Allah

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5, 3)

DALAM grup WA alumni PL Boro, sore ini saya membaca kisah Pak Harjo, pensiunan guru kimia di De Britto. Motor Suzuki bututnya tahun 1977 dilelang dengan harga 37 juta. Pemenang lelang ternyata bekas muridnya sendiri yang sudah sukses. Dalam kesempatan penyerahan hasil lelang, Pak Harjo mengatakan bahwa dirinya seperti mendapat lotre. Dia tidak menyangka bahwa motor bututnya bisa laku demikian tinggi. Maka Pak Harjo memutuskan bahwa 10 juta akan disumbangkan ke panti asuhan XXX, 10 juta untuk panti asuhan YYY, sebagian lagi disumbangkan ke gereja dan sisanya di pergunakan. Semua muridnya diam. Mereka tahu bahwa Pak Harjo pasti membutuhkan uang untuk perbaikan rumah atau biaya kesehatan pada masa tuanya. Namun Pak Harjo tidak mengambil semua uang dan menggunakannya. Dia hanya mengambil secukupnya untuk diri sendiri.

Apa yang dilakukan oleh Pak Harjo merupakan contoh nyata apa yang diajarkan Yesus, “Berbahagialah yang miskin di hadapan Allah.” Miskin tidak hanya berarti tidak mempunyai harta benda atau kekayaan. Miskin merupakan suatu sikap hidup yang diyakini dan dihayati seseorang, yakni tidak lekat dengan harta atau kekayaan.

Harta memang diperlukan untuk menopang hidup, namun harta bukan yang utama. Sikap ini membuat orang tidak rakus dan tamak; tidak owel dan pelit untuk membagikan hartanya; tidak merasa berat dan penuh perhitungan untuk melepas harta miliknya. Orang seperti ini sadar bahwa harta bukanlah andalan hidupnya. Hanya Allah-lah yang bisa diandalkan dan bisa menjamin hidupnya sekarang dan di masa depan. Harta bisa hilang dan musnah, tetapi Allah tetap kekal.

Tidak mudah membangun sikap hidup miskin seperti yang dilakukan oleh Pak Harjo dan diajarkan oleh Yesus, karena kuatnya kelekatan terhadap harta benda dan kekayaan.

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.