logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Kamis, 30 Juni 2016

Para Martir Pertama di Roma

warna liturgi Hijau

Bacaan

Am. 7:10-17; Mzm. 19:8,9,10,11; Mat. 9:1-8. BcO Neh. 9:22-37

Bacaan Injil: Mat. 9:1-8.

1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. 2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” 3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.” 4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? 5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? 6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” ?lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” 7 Dan orang itupun bangun lalu pulang. 8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Renungan:

SEORANG suami isteri yang telah menikah lama pasti saling mengenal kebiasaan juga kode-kode dari pasangannya. Kadang tanpa kata apapun sang isteri tahu apa yang dimau suaminya dan sebaliknya. Kadang mereka duduk berdua di teras tanpa bicara tapi masing-masing tampak paham akan kebutuhannya. Kebersamaan mereka dan kedalaman relasi mereka membuat mereka saling mengerti maksud satu sama lain.

Yesus tahu apa yang dipikirkan para ahli Taurat. “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka” (Mat 9:4). Kedalaman batin dan hidupNya membuatNya paham akan pikiran orang terhadap diriNya.

Rasanya kita pun bisa mengembangkan kemampuan kita untuk mengenali apa yang dimaui dan dipikirkan sesama kita. Syaratnya adalah kemendalaman relasi kita dengannya dan ketajaman kita dalam mengolah hati kita. Semakin mendalam relasi kita dan semakin tajam pengolahan batin kita, kita akan semakin mampu mengenali kemauan dan pikiran sesama.

Kontemplasi:

Bayangkan sepasang orang tua duduk di teras rumahnya. Si lelaki batuk-batuk. Si perempuan bangkit berdiri pergi lalu membawakan segelas minuman untuk si lelaki.

Refleksi:

Bagaimana kemampuanmu mengenali pikiran sesamamu?

Doa:

Ya Tuhan semoga aku mampu mengenal pikiran sesamaku dengan lebih baik.  Amin.

Perutusan:

Aku akan mempertajam olah batinku dan kemampuanku mengenali pikiran sesamaku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.