logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Sabda Hidup: Kamis, 17 November 2016

Peringatan Wajib

St. Elisabet dr Hungaria, Biarw

warna liturgi Putih

 

Bacaan

Why. 5:1-10; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Luk. 19:41-44. BcO Dan. 1:1-21

 

Bacaan Injil: Luk. 19:41-44.

41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, 42 kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. 43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, 44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Renungan:

YERUSALEM menjadi ruang pengharapan sekaligus kepedihan bagi Yesus. Di Yerusalem Dia melambungkan perjumpaan-Nya dengan Bapa. Di Yerusalem pula ia akan menghadapi kematian-Nya. Ketika mendekati kota itu Ia pun bersedih. Ia pun menangisinya.

Setiap pribadi menyimpan ruang kepedihannya. Kadang-kadang ada seseorang yang selalu menghindari suatu tempat tertentu karena tempat tersebut mengingatkannya pada peristiwa sedih. Ada pula yang menghindari seseorang, atau pun peristiwa tertentu. Suasana itu terasa menghimpit hidupnya. Ia kesulitan menghadapinya. Ia akan selalu berusaha menghindar.

Yesus tidak menghindari ruang kepedihannya. Ia mendatanginya dan berdamai dengannya. Bagi-Nya mendekati ruang itu sebagai lambang keteguhan-Nya melaksanakan kehendak Bapa. Kiranya kita pun perlu berdamai dengan ruang kepedihan kita masing-masing. Kita tidak perlu selalu berusaha menghindarinya. Kita lepaskan rasa lelah kita dengan datang menemuinya.

Kontemplasi:

Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 19:41-44. Rasakan kepedihan yang dialami Yesus.

Refleksi:

Bagaimana mengatasi sesuatu yang menjadi trauma kita?

Doa:

Bapa, aku percaya Engkau menghendakiku untuk berdamai dengan segala yang aku hadapi. Semoga aku tidak dihantui oleh ketakutan akan kesedihanku. Amin.

Perutusan:

Aku akan datang dan menyelesaikan ruang kepedihanku. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.