Kita, Anak-Anak Allah yang Hidup

Sabtu, 19 November 2016
Pekan Biasa XXXIII
Why 11:4-12; Mzm 144:1.2.9-10; Luk 20:27-40

Yesus bersabda, “Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

DALAM Injil hari ini Yesus Kristus mengajarkan kepada kita bahwa Allah adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati. Dengan sabda ini Ia hendak meneguhkan kita sebagai anak-anak Allah, anak-anak kebangkitan. Itu berarti bahwa saat kita di surga, segala sesuatu akan sama sekali berbeda dari pada di dunia ini.

Yesus Kristus juga mengingatkan kita bahwa Ia dan Bapa adalah Allah kehidupan. Itu terjadi dalam dan melalui hidup Yesus Kristus yang telah menderita, wafat dan bangkit pada hari ketiga hingga kita beroleh hidu baru dalam Dia. Itulah hidup dalam dan bersama Allah dalam keabadian.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus kita turut serta dalam kehidupan Allah. Ia menyatakan kerahiman-Nya bagi kita, kita turut serta dalam hidup-Nya melalui adorasi kita.

Tuhan Yesus Kristus Allah telah menciptakan kami agar kami mencari Dia, mendengarkan Dia, dan memahami Dia dalam Dikau. Engkaulah wajah kerahiman Allah. Melalui wafat dan kebangkitan-Mu dan baptisan kami, Dikau menjadikan kami anak-anak Allah. Bantulah kami menjadi anak-anak Allah hingga kami memiliki hidup abadi di surga selama-lamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.