Mengasihi Yesus Kristus Kendati Dianiaya

Rabu, 23 November 2016

Pekan Biasa XXXIV

Why 15:1-4; Mzm 98:1-3.7-9; Luk 21:12-19

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akan datang harinya kalian akan ditangkap dan dianiaya. … Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu … karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang. … Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu.”

YANG disabdakan Yesus Kristus dalam Injil hari ini pertama-tama menantang kita untuk mengasihi-Nya dan menjadikan Dia sebagai pusat kehidupan, pikiran, keinginan dan tindakan kita. Ia juga berjanji membantu kita meghadapi kesulitan-kesulitan dalam menghayati iman kita dari hari ke hari.

Dari Injil hari ini kita juga mengerti bahwa perlawanan dari dunia ini sungguh merupakan harga yang harus kita bayar demi mengikuti Yesus Kristus. Maka kita menyadari bahwa menjadi umat Kristiani berarti siap dianiaya dalam nama-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus kita belajar mengasihi Dia. Di sana kita tinggal dekat dengan Yesus Kristus dalam doa dan perbuatan hingga Ia menjaga hidup kita sedikit demi sedikit. Kita juga belajar mati bagi diri kita sendiri.

Tuhan Yesus Kristus Dikau tahu tidak mudah dilihat sebagai pengikut-Mu. Bantulah kami beriman pada-Mu berapa pun harga yang harus kami bayar. Bantulah kami mengasihi-Mu dan menjadikan Dikau sebagai pusat hidup, pikiran, kerinduan dan tindakan kami meski kami harus menghadapi kesulitan dalam menghayati iman kami kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.