Serikat Kepausan Anak & Remaja Misioner

Serikat ini didirikan pada 19 Mei 1843 oleh YM Mgr. De Forbin Janson (1785-1844), Uskup Nancy, Perancis dalam sebuah sidang keuskupan dengan nama  Serikat Kanak-kanak Suci (The Society of the Holy Childhood). Serikat ini mempunyai motto : Anak menolong anak (Children helping children), dengan semangat dasar : Doa, Derma, Kurban dan kesaksian (2D2K).  Awalnya serikat ini bersifat lokal, tetapi kemudian mendapat status kepausan pada tanggal 3 Mei 1922 dari Paus Pius XI, dengan nama Serikat Kepausan Anak-anak Misioner (The Pontifical Society of the Holy Childhood) dan berkedudukan di Roma. Setiap tahun dirayakan Hari Anak Misioner Sedunia yang diperingati pada hari Minggu pertama bulan Januari (Pesta penampakkan Tuhan).

 

Inspirasi Bacaan

  1. Kemuliaan yang kita harapkan akan datang sesungguhnya sudah mulai kita alami sekarang ini ( Yesaya )
  2. Prasangka dan “keterpisahan-perpecahan” semestinya tidak punya tempat di komunitas yang mempunyai pemimpin sebagai terang dan kehidupan. ( Efesus )
  3. Mereka yang baru percaya atau bertobat kadang mempunyai iman yang jauh lebih dalam daripada mereka yang sejak muda tumbuh dalam tradisi iman. ( Matius )Serikat ini didirikan pada 19 Mei 1843 oleh YM Mgr. De Forbin Janson (1785-1844), Uskup Nancy, Perancis dalam sebuah sidang keuskupan dengan nama  Serikat Kanak-kanak Suci (The Society of the Holy Childhood). Serikat ini mempunyai motto : Anak menolong anak (Children helping children), dengan semangat dasar : Doa, Derma, Kurban dan kesaksian (2D2K).  Awalnya serikat ini bersifat lokal, tetapi kemudian mendapat status kepausan pada tanggal 3 Mei 1922 dari Paus Pius XI, dengan nama Serikat Kepausan Anak-anak Misioner (The Pontifical Society of the Holy Childhood) dan berkedudukan di Roma. Setiap tahun dirayakan Hari Anak Misioner Sedunia yang diperingati pada hari Minggu pertama bulan Januari (Pesta penampakkan Tuhan).

     

    Inspirasi Bacaan

    1. Kemuliaan yang kita harapkan akan datang sesungguhnya sudah mulai kita alami sekarang ini ( Yesaya )
    2. Prasangka dan “keterpisahan-perpecahan” semestinya tidak punya tempat di komunitas yang mempunyai pemimpin sebagai terang dan kehidupan. ( Efesus )
    3. Mereka yang baru percaya atau bertobat kadang mempunyai iman yang jauh lebih dalam daripada mereka yang sejak muda tumbuh dalam tradisi iman. ( Matius )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.