logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

“Kamulah Garam dan Terang Dunia!”

Illustrasi

Apa yang dimaksud Yesus saat memberitahu para pengikut-Nya bahwa mereka adalah “garam dunia”? (Matius 5:13). Pada zaman dulu, garam banyak kegunaannya. Salah satunya adalah untuk mengawetkan makanan. Tanpa garam, daging dan ikan cepat membusuk. Dengan cara yang sama, orang Kristen yang menjunjung tinggi standar moral Allah juga dapat memperlambat proses pembusukan yang terjadi di masyarakat.

Garam juga berfungsi sebagai pupuk. Sampai pertengahan 1900-an, petani Inggris biasa menaburkan garam di sawah untuk meningkatkan hasil panen. Garam membantu tanaman bertumbuh. Orang Kristen pun dapat mempercepat pertumbuhan hal-hal yang baik di mana pun mereka berada.

Garam juga dapat memberi citarasa pada makanan. Dengan kesaksian, orang-orang percaya yang menjadi garam dunia akan membantu orang-orang di sekeliling mereka untuk merasakan kepenuhan hidup seperti yang telah Allah rencanakan.

Bagaimanapun juga, Yesus memperingatkan bahwa garam dapat menjadi tawar. Mengapa? Garam murni memang tidak dapat menjadi tawar. Namun, pada zaman Israel kuno, para petani biasa mengambil garam dari Laut Mati, yang meski disebut garam dan tampak seperti garam, sesungguhnya masih bercampur zat-zat lain. Para petani biasa menimbunnya, namun bila hujan turun, garam murninya kadang hilang terbawa air. Yang tersisa hanyalah butiran-butiran yang tampak seperti garam, tetapi telah menjadi tawar.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga adalah orang Kristen yang mau menjadi garam dunia? –HWR

ORANG KRISTEN YANG MENJADI GARAM DUNIA AKAN MEMBUAT ORANG-ORANG
HAUS AKAN YESUS, SANG AIR KEHIDUPAN

 

INSPIRASI BACAAN

  1. Teriak kita minta tolong pada Tuhan akan dijawab ketika kita memberi dengan iklas dan hidup kita untuk sesama ( Bacaan pertama – Yesaya ) 
  1. Iman kita selalu mengajak untuk mencari kebijaksanaan dan jalan jalan Allah ( 1 Korintus ) 
  1. Garam secukupnya sebagaimana halnya ragi secukupnya, selalu berhasil menjadikan makanan kita semakin enak ( Injil Matius )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.