Beragama atau Beriman?

Inspirasi Bacaan Minggu ini:

  1. Bagaimana anda menggunakan kebebasan anda? Anda bebas memilih untuk bertanggungjawab sekaligus dicela ( Bacaan pertama : Putra Sirakh )
  2. Orang Kristen yang menemukan kebijaksanaan dalam diri Yesus yang tersalib, mestinya siap dianggap sebagai orang bodoh di mata dunia ( Bacaan ke dua: 1 Korintus )
  3. Yesus percaya bahwa manusia punya kemampuan tak terbatas untuk menerima anugrah Allah dan potensi manusia untuk berbuat kebaikan ( Matius )

Farisi. (Orang Farisi – OF )

Sebuah kelompok religius di dalam Yudaisme. Mereka perjuangkan pengetahuan yg mendasar tentang Taurat dan tradisi para nenek-moyang (–> Misna; Talmud). Mereka menuntut penafsiran yg paling keras, terutama tentang soal-soal yang berhubungan dengan –> Sabat, kebersihan rituil (–> tahir) dan yang berkaitan dengan soal persepuluhan.

Sumber-sumber sejarah yg paling penting mem-bicarakan soal ~OF adlh Flav.Yosefus, PB dan sastra pr Rabi. –> Soal susunan dan nama ~OF masih belum terpecahkan secara menyeluruh. Mereka disebut sebagai “orang yang terpisah” di kalangan para penentangnya. Mereka namakan diri mereka “para teman”. Nama ejekan mereka “orang Persia” secara etimologis tidak-lah jelas. Pd umumnya orang-orang Kasidi (Kitab-kitab Makabe) dipandang sebagai pendahulu mereka. Nama ~OF pada kelompok itu baru disebut untuk yang pertama kalinya pada waktu kekuasaan Yonatan (160-143). Barangkali untuk pertama kalinya mereka tampil ke depan melawan politik duniawi para Hasmonit. Lambat-laun mereka kuasai pimpinan rokhani bangsa Yahudi, yang dapat mereka pertahankan sampai saat hancurnya Yerusalem. — Masalah yang dikejar ~OF berpusat pada soal agama.

Di dalam bidang politis (berbeda dengan para –> Zelot) mereka memegang sebuah pendapat yang lunak. Meskipun mrk itu awam, namun mereka menjadi pimpinan religius bangsa Yahudi yang sebenarnya. Dalam soal-soal ibadat, religius dan hukum mereka itu berlawanan dengan inspirasi imam-imam yang aristokrat dari para –> Saduki. Oleh karena kebanyakan Ahli Kitab termasuk ke dalam kelompok ~OF (bdk.: Mat 5:20; 12:38; Mark 2:16; Kis 23:9 dbtl), maka mereka dapat tetap memaksakan pandangan dasar pada orang Saduki. Kecuali itu bahwa adat-istiadat nenek-moyang bukan hanya berdiri di samping Taurat, melainkan di atasnya. Walaupun mereka begitu serius di dalam bidang agama, sebenarnya pelaksanaan pandangan dasar mereka yang berat-sebelah, kerajinan mereka terhadap hukum yang keterlaluan, maupun ketahiran rituil ~OF itu membuat mereka memisahkan diri secara sombong dengan memandang rendah rakyat sambil mempertahankan sifat kelompok mereka pribadi. Sikap mereka terhadap hukum jatuh pada formalisme kosong (pemenuhan hukum secara harafiah), sehingga ~OF bukan lagi pembawa iman yang hidup. — Putusan yang keras dari pihak Yesus terhadap ~OF kurang menyangkut ajarannya, melainkan terutama menyangkut mentalitas mereka (: sikap angkuh dan sikap berpura-pura) dan tingkah-laku mereka (Mat 23:13-36).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.