logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Beragama atau Beriman?

Inspirasi Bacaan Minggu ini:

  1. Bagaimana anda menggunakan kebebasan anda? Anda bebas memilih untuk bertanggungjawab sekaligus dicela ( Bacaan pertama : Putra Sirakh )
  2. Orang Kristen yang menemukan kebijaksanaan dalam diri Yesus yang tersalib, mestinya siap dianggap sebagai orang bodoh di mata dunia ( Bacaan ke dua: 1 Korintus )
  3. Yesus percaya bahwa manusia punya kemampuan tak terbatas untuk menerima anugrah Allah dan potensi manusia untuk berbuat kebaikan ( Matius )

Farisi. (Orang Farisi – OF )

Sebuah kelompok religius di dalam Yudaisme. Mereka perjuangkan pengetahuan yg mendasar tentang Taurat dan tradisi para nenek-moyang (–> Misna; Talmud). Mereka menuntut penafsiran yg paling keras, terutama tentang soal-soal yang berhubungan dengan –> Sabat, kebersihan rituil (–> tahir) dan yang berkaitan dengan soal persepuluhan.

Sumber-sumber sejarah yg paling penting mem-bicarakan soal ~OF adlh Flav.Yosefus, PB dan sastra pr Rabi. –> Soal susunan dan nama ~OF masih belum terpecahkan secara menyeluruh. Mereka disebut sebagai “orang yang terpisah” di kalangan para penentangnya. Mereka namakan diri mereka “para teman”. Nama ejekan mereka “orang Persia” secara etimologis tidak-lah jelas. Pd umumnya orang-orang Kasidi (Kitab-kitab Makabe) dipandang sebagai pendahulu mereka. Nama ~OF pada kelompok itu baru disebut untuk yang pertama kalinya pada waktu kekuasaan Yonatan (160-143). Barangkali untuk pertama kalinya mereka tampil ke depan melawan politik duniawi para Hasmonit. Lambat-laun mereka kuasai pimpinan rokhani bangsa Yahudi, yang dapat mereka pertahankan sampai saat hancurnya Yerusalem. — Masalah yang dikejar ~OF berpusat pada soal agama.

Di dalam bidang politis (berbeda dengan para –> Zelot) mereka memegang sebuah pendapat yang lunak. Meskipun mrk itu awam, namun mereka menjadi pimpinan religius bangsa Yahudi yang sebenarnya. Dalam soal-soal ibadat, religius dan hukum mereka itu berlawanan dengan inspirasi imam-imam yang aristokrat dari para –> Saduki. Oleh karena kebanyakan Ahli Kitab termasuk ke dalam kelompok ~OF (bdk.: Mat 5:20; 12:38; Mark 2:16; Kis 23:9 dbtl), maka mereka dapat tetap memaksakan pandangan dasar pada orang Saduki. Kecuali itu bahwa adat-istiadat nenek-moyang bukan hanya berdiri di samping Taurat, melainkan di atasnya. Walaupun mereka begitu serius di dalam bidang agama, sebenarnya pelaksanaan pandangan dasar mereka yang berat-sebelah, kerajinan mereka terhadap hukum yang keterlaluan, maupun ketahiran rituil ~OF itu membuat mereka memisahkan diri secara sombong dengan memandang rendah rakyat sambil mempertahankan sifat kelompok mereka pribadi. Sikap mereka terhadap hukum jatuh pada formalisme kosong (pemenuhan hukum secara harafiah), sehingga ~OF bukan lagi pembawa iman yang hidup. — Putusan yang keras dari pihak Yesus terhadap ~OF kurang menyangkut ajarannya, melainkan terutama menyangkut mentalitas mereka (: sikap angkuh dan sikap berpura-pura) dan tingkah-laku mereka (Mat 23:13-36).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.