| |

“Inilah Anak yang Kukasihi”

Inspirasi Bacaan

  1. Semua orang yang percaya kepada Allah adalah anak-anak Abraham dan bukti bahwa Allah setia pada janji-Nya ( Kejadian )
  1. Orang Kristen tahu bahwa suatu waktu kehidupan akan menjadi sangat sulit, tetapi orang Kristen juga tahu bahwa ia dibekali Allah untuk menghadapi situasi itu (Roma)
  1. Tidak ada transfigurasi pribadi yang lebih hebat dari pada kekuatan cinta ( Injil Matius )

Ilustrasi Bacaan: Diolah dari  http://alkitab.sabda.org/illustration.php?id=2914

Saya tak akan pernah melupakan suatu fajar pagi cerah  indah ketika saya berada di puncak gunung Merbabu waktu itu. Yang saya dengar di sana hanyalah kesunyian. Udara terasa bersih dan segar. Saat duduk di puncak itu, saya merasa tenang dan hadirat Allah terasa istimewa, menyenangkan, bahkan mulia; saya – bersama beberapa teman pencinta alam – menyendiri dengan-Nya, jauh dan mengambil jarak dari hiruk pikuk kehidupan setiap hari. Saya tak ingin melepaskan pengalaman itu dan kembali ke peradaban manusia, kalau tidak diingatkan teman-teman kelompok pencinta alam. Hal itu mengingatkan saya akan reaksi serupa yang diperlihatkan Petrus di sebuah gunung ketika melihat perubahan wajah Yesus di depan matanya.

Tak heran bila Petrus ingin tetap tinggal di sana. Walaupun pengalamannya itu jauh melebihi pengalaman saya, tetapi saya dapat membayangkan apa yang Petrus lakukan selanjutnya. Dan, seperti halnya Petrus, saya pun harus turun dari gunung dengan kesegaran yang baru dan kembali melayani banyak orang yang membutuhkan.

Suatu kali seorang guru rohani berkata, “Pengalaman-pengalaman yang luar biasa harus membawa kita kembali pada kehidupan sehari-hari. Pengalaman-pengalaman itu harus dibagikan untuk menghibur kesedihan banyak orang. Puncak gunung tidak akan berarti apa-apa jika tak ada lembah.”

Jika Anda mengalami keletihan karena banyaknya pekerjaan di “lembah”, dengarlah Tuhan berkata, “Marilah ke tempat yang sunyi … dan beristirahatlah seketika”. Namun jika Anda sedang di “puncak gunung”, jangan tinggal diam, karena Allah ingin bekerja dalam kehidupan orang lain melalui diri Anda .

SEMAKIN DEKAT HUBUNGAN ANDA DENGAN ALLAH
SEMAKIN BESAR PERHATIAN ANDA BAGI SESAMA
SEMAKIN ANDA BERIMAN
SEMAKIN ANDA TOLERAN

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *