Sabda Hidup: Rabu, 5 April 2017

Hari biasa Pekan V Prapaskah

warna liturgi Ungu

Bacaan:

Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42. BcO Ibr 11:31-42

Bacaan Injil: Yoh 8:31-42

31Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku32dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”33Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”34Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.35Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.36Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”37″Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.38Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”39Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.40Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.41Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”42Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Renungan

LAHIR di keluarga orang penting, terpandang dan sejahtera dilihat sebagai keberuntungan tersendiri. Orang-orang pun sering terkagum dengan keadaan seperti itu. Tidak jarang ada yang meratapi keberadaannya karena tidak seperti mereka. Banyak yang lahir dalam keberadaan seperti itu bisa hidup dengan baik dan bahkan mengembangkan warisan tersebut. Tidak sedikit pula yang gagal dan bahkan menjadi sengsara.

Orang-orang Yahudi bangga menjadi keturunan Abraham. Namun ternyata kebanggaan tersebut tidak diikuti dengan cara hidup menurut hidup Abraham. Mereka malah berkehendak membunuh Yesus. “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham” (Yoh 8:39-40).

Kiranya keselamatan tidak ditentukan oleh faktor keturunan. Perilaku hidup kitalah salah satu penentu keselamatan kita. Perilaku baik, tekun dan tak pernah menyerah didukung rahmat Allah akan menghantar kita pada keselamatan.

Kontemplasi

Pejamkan matamu. Hadirkan rangkaian hidupmu. Telitilah apakah selaras dengan jalan Tuhan.

Refleksi

Tulislah perjalanan hidupmu dibandingkan dengan kehendak Tuhan.

Doa

Tuhan semoga aku selalu hidup sesuai dengan jalan-Mu. Amin

Perutusan

Aku akan memasang alur jalan hidupku selaras dengan alur kehendak Tuhan. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.