Sabda Hidup: Rabu, 12 April 2017

HARI RABU DALAM PEKAN SUCI

warna liturgi Ungu

Yes. 50:4-9a; Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; Mat. 26:14-25. BcO Yer 15:10-21.

Bacaan Injil: Mat 26:14-25

14Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 15Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 16Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 17Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” 18Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” 19Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. 20Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. 21Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” 22Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?” 23Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. 24Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” 25Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

Renungan

Beberapa minggu yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan pembunuhan di sebuah sekolah terkenal. Selidik punya selidik akhirnya ditemukan siapa pembunuhnya. Ternyata pembunuhnya adalah temannya sendiri yang baru berusia 16 tahun. Ia tega membunuh karena merasa sakit hati dengan si korban. Akibat dari tindakannya tersebut si anak diancam 15 th penjara.

Yudas, kita tidak tahu persisnya kenapa selain karena iblis yang merasukinya, tega menjual Yesus gurunya. “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”(Mat 26:15).  Ia menjual Yesus seharga 30 uang perak. Namun kala Yesus ditangkap dan dihukum Yudas merasa terhukum sendiri. Ia tidak kuasa melihat itu dan bunuh diri.

Kiranya kita perlu menepiskan diri dari semangat iri dan sakit hati. Semangat tersebut akan membelenggu dan menyiksa kita. Dia akan mendorong kita untuk melakukan tindakan di luar kontrol kita dan akan mengecewakan bahkan menghukum diri kita. Jangan biarkan diri kita dikuasai iblis.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Mat 26:14-25. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Bagaimana menjaga diri agar tidak gampang sakit hati?

Doa

Tuhan jangan biarkan aku dikuasai iblis. Jauhkanlah aku dari rasa sakit hati. Amin.

Perutusan

Aku akan menjaga diri agar tidak sakit hati. -nasp-

Sumber :  www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.