Sabda Hidup: Senin, 24 April 2017

Fidelis drSigmaringen, Maria EufrasiaPelletier

warna liturgi Putih

Bacaan

Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh. 3:1-8. BcO Why 1:1-20

Bacaan Injil: Yoh 3:1-8

1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 2Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”3Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”4Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”5Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.6Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.7BJanganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.8Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Renungan

KITA sudah memasuki minggu paskah ke-2. Pada hari minggu didengarkan bacaan tentang bagaimana Yesus yang mengunjungi para murid yang bersembunyi di rumah karena takut pada pemuka Yahudi. Hari ini kita mendengar percakapan Yesus dan Nikodemus tentang kelahiran kembali dari Roh. Hanya mereka yang dilahirkan dari air dan Roh yang bisa masuk kerajaan Allah.

Paskah menjadi kesempatan bagi kita untuk lahir kembali. Kita lahir kembali bersama Kristus yang wafat dan telah bangkit. Kita memperbaharui janji baptis kita. Kita ikut lahir kembali bersama Kristus yang bangkit.

Kiranya paskah ini sungguh menjadi syukur bagi kita. Paskah ini menjadi masa meraih rahmat yang tak terbatas. Kita mendapat rahmat pemurnian yang menyentuh dasar hidup kita. Maka kelahiran kembali ini menguatkan kita untuk menjadi saksi-saksi kehidupan. Kita bangkit dan hidup, bukan tak berdaya dan mati.

Kontemplasi

Bayangkan kasih Tuhan melalui peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Tuhan mencintai kita tanpa batas.

Refleksi

Apa arti kelahiran baru bagimu?

Doa

Tuhan kelahiran baruku menjadi daya bagiku sebagai saksi-saksi kehidupan. Semoga aku pun mampu membangkitkan hidup sesamaku. Amin.

Perutusan

Dengan semangat kelahiran baru aku akan menjadi saksi-saksi kehidupan. -nasp-

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.