logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Berkobar-kobar menjadi Pelopor Peradaban Kasih.

Ilustrasi http://alkitab.sabda.org/illustration.php?id=3696

Nats : Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? (Lukas 24:32)
Bacaan : Lukas 24:13-32

Dalam Kisah Para Rasul 17, Paulus pergi ke Areopagus untuk memberitakan kebenaran kebangkitan. Sebagian besar orang yang berkumpul di sana bukan orang yang ingin mendengarkan hal-hal rohani. Lukas, yang menuliskan Kisah Para Rasul, mencatat mereka hanya ingin menghabiskan waktu untuk membahas ide-ide terbaru, tanpa memiliki minat yang berkobar-kobar untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari (ayat 21).

Terlalu banyak informasi dapat membahayakan. Semua ide itu dapat saling memburamkan dan tak berkaitan, sehingga yang kita ketahui tak mengubah kita.

Berabad-abad lalu, sejarawan Plutarch mengingatkan, hidup pada tahap informasi semata itu berbahaya. Dengan bijak ia berkata, “Akal budi bukan bejana untuk diisi, tetapi api untuk dikobarkan.”

Para pengikut Kristus yang sedang dalam perjalanan menuju Emaus akan menyetujui hal itu (Lukas 24). Ketika mereka meratapi kematian Yesus, Kristus yang telah bangkit bergabung dengan mereka tetapi menyembunyikan identitas-Nya. Dia mulai mengajar mereka tentang nubuatan-nubuatan kuno dalam Perjanjian Lama mengenai semua peristiwa itu. Setelah itu, Kristus menyatakan diri-Nya kepada mereka kemudian pergi.

Setelah Yesus pergi, mereka heran akan apa yang telah mereka dengar. Hal-hal yang diajarkan-Nya bukan fakta-fakta mandul, melainkan api yang membakar hati mereka dengan pengabdian kepada-Nya. Marilah kita juga memercayai Gembala jiwa kita untuk membakar hati kita saat kita bertumbuh di dalam firman-Nya –WEC
Kala menempuh perjalanan masa,
Kehadiran-Nya terasa bersama kita;
Membaca firman-Nya, mendengar sabda-Nya
Nyala-Nya memperbarui hati kita. –Hess

ANDA TIDAK DAPAT MENGOBARKAN API DI HATI ORANG LAIN
SEBELUM API ITU BERKOBAR

DI HATI ANDA
http://yesaya.indocell.net/id766.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.