“Roh Kebenaran akan menyertaimu selalu”

Inspirasi Kitab Suci Minggu ini:

  1. Kerjasama antara kharisma kharisma yang ada di dalam Gereja dan administrasi yang baik adalah kombinasi yang tak terkalahkan dalam hidup Gereja. ( Bacaan Pertama )
  2. Hanya kalau kita mempersatukan penderitaan kita dengan Salib Tuhan Yesus, maka kita akan ikut ambil bagian dalam kemulian-Nya ( Bacaan Kedua )
  3. Ketaatan pada  perintah-perintah hukum bisa jatuh pada semangat “legalisme”. Hanya hati yang dimotivasi oleh CINTA bisa mengatasi “legalisme” ( Bacaan Injil )

Ilustrasi berikut diambil dari

http://alkitab.sabda.org

BARANGSIAPA MEMEGANG PERINTAH-KU.

Nas : Yoh 14:21

Menaati perintah-perintah Kristus bukan merupakan suatu pilihan bagi mereka yang mengingini hidup kekal (Yoh 3:36; 14:21,23; 15:8-10,13-14; Luk 6:46-49; Yak 1:22; 2Pet 1:5-11; 1Yoh 2:3-6).

1) Ketaatan kepada Kristus, sekalipun tidak pernah sempurna, seharusnya bersifat sungguh-sungguh. Ketaatan merupakan aspek hakiki dari iman yang menyelamatkan, yang timbul dari kasih kita bagi-Nya (ayat Yoh 14:15,21,23-24. ( lihat cat. –> Mat 7:21). [atau ref. Mat 7:21]

Tanpa kasih kepada Kristus, semua usaha kita untuk menaati perintah-Nya hanya merupakan legalisme.

2) Kepada orang yang mengasihi Kristus serta berusaha untuk senantiasa menaati perintah-Nya, Kristus menjanjikan kasih yang khusus, kasih karunia, dan kehadiran-Nya yang mendalam (bd. ayat Yoh 14:23).

Sharing Kehidupan:

Selama beberapa tahun seorang pria hidup menyendiri dan penuh kegetiran. Ia juga tak pernah pergi ke gereja yang dulu pernah sangat ia cintai. Sekarang ia sakit dan hampir sepanjang waktu menangis. Sejumlah orang yang tetap berhubungan dengannya merasa sangat prihatin. Dulu pria tersebut adalah seorang Kristen yang penuh kasih, sampai akhirnya sebuah musibah terjadi.

Seorang anggota gereja yang kaya menipunya dalam suatu perjanjian bisnis dan kemudian memfitnahnya. Pada mulanya ia bereaksi dengan benar dan mencoba menyelesaikan masalahnya secara pribadi. Tatkala usaha ini gagal, ia mencoba menemui dua penatua gereja untuk menemaninya menghadapi orang itu, namun tak satu pun dari mereka mau terlibat dalam kasusnya. Karena frustrasi, ia pun meninggalkan gerejanya, lalu hidup menyendiri dan tidak bahagia.

Meski saya tidak membenarkan pengusaha yang jahat ataupun para penatua yang pengecut itu, saya yakin bahwa tidak adanya damai sejahtera dalam diri orang ini adalah akibat dari ketidaktaatannya sendiri. Walau telah dirugikan, seharusnya ia tetap menaati perintah “kasihilah musuhmu” dan “berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Kasih, ketaatan, dan damai sejahtera adalah tiga hal yang tak terpisahkan. Jika kita benar-benar mengasihi Yesus seperti yang seharusnya, kita akan tetap menaati-Nya, apa pun yang terjadi. Setelah kita menaati-Nya, maka kita akan menikmati damai sejahtera yang hanya dapat diberikan oleh Roh Allah (Yohanes 14:27; Galatia 5:22) –HVL

AGAR DAPAT BERJALAN DALAM DAMAI SEJAHTERA
TETAPLAH MELANGKAH BERSAMA YESUS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.