“Komunikasi: Budaya Perjumpaan Sejati”

Bahan Refleksi Pribadi:

  1. Apakah saudara mengingat kata-kata atau kalimat dari orang yang saudara cintai? Apakah hal itu memotivasi hidup saudara?
  2. Kalau saat kematian anda mendekat, apakah pesan yang anda ingin tinggalkan untuk keluarga dan komunitas saudara?
  3. Adakah sabda perpisahan Yesus kepada murid-muridNya ( Yohanes 13 – 17 ) yang saudara ingat? Mengapa?

Ilustrasi Bacaan Injil Hari Ini
Diambil dari http://alkitab.sabda.org

DOA SYAFAAT KRISTUS UNTUK SEMUA ORANG PERCAYA.
Nas : Yoh 17:1
Doa Yesus yang terakhir untuk para murid-Nya menunjukkan keinginan-Nya yang mendalam bagi semua orang percaya, baik dahulu maupun sekarang. Doa ini juga merupakan suatu teladan yang diilhamkan Roh tentang bagaimana semua gembala sidang harus mendoakan jemaat mereka, dan bagaimana orang-tua harus mendoakan anak-anak mereka. Dengan berdoa untuk mereka yang berada di bawah pengawasan kita, perhatian terbesar haruslah:
(1) supaya mereka dapat mengenal Kristus dan Firman-Nya secara mendalam (ayat Yoh 17:2-3,17,19; lihat cat. –> Yoh 17:3); [atau ref. Yoh 17:3]
(2) supaya Allah melindungi mereka dari dunia, agar mereka tidak tersesat oleh tipu daya Iblis dan ajaran palsu (ayat Yoh 17:6,11,14-17);
(3) supaya mereka senantiasa memiliki sukacita penuh di dalam Kristus (ayat Yoh 17:13);
(4) supaya mereka kudus dalam pikiran, perbuatan, dan tabiat (lihat cat. –> Yoh 17:17); [atau ref. Yoh 17:17]
(5) supaya mereka menjadi satu dalam tujuan dan persekutuan sebagaimana halnya Yesus dengan Bapa (ayat Yoh 17:11,21-22; lihat cat. –> Yoh 17:21); [atau ref. Yoh 17:21]
(6) supaya mereka dapat menuntun orang lain kepada Kristus (ayat Yoh 17:21,23);
(7) supaya mereka dapat bertekun dalam iman dan akhirnya bersama dengan Kristus di sorga (ayat Yoh 17:24); dan
(8) supaya mereka senantiasa hidup di dalam kasih dan kehadiran Allah (ayat Yoh 17:26).

HIDUP YANG KEKAL.
Nas : Yoh 17:3
Hidup yang kekal bukanlah sekedar hidup yang tanpa akhir. Hidup kekal merupakan suatu kualitas hidup yang kita terima selaku orang percaya apabila kita mengambil bagian dalam hakikat hidup Allah melalui Kristus. Kenyataan ini mengizinkan kita mengenal Allah dalam pengetahuan dan persekutuan yang makin bertambah dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dalam PB hidup kekal digambarkan sebagai:
1) Suatu realitas masa kini (Yoh 5:24; 10:27-28). Memiliki hidup kekal sekarang menuntut adanya iman yang hidup. Hidup yang kekal tidak diperoleh dan dipertahankan hanya dengan suatu tindakan pertobatan dan iman yang dilakukan pada masa lampau (lihat cat. –> Yoh 5:24). [atau ref. Yoh 5:24]
Hidup yang kekal juga meliputi suatu persekutuan dan persatuan yang hidup sekarang ini dengan Kristus (1Yoh 5:12); tidak ada hidup yang kekal terlepas dari Dia (Yoh 10:27 dst; Yoh 11:25 dst; 1Yoh 5:11-13).
2) Harapan di masa depan. Hidup kekal dikaitkan dengan kedatangan Kristus untuk umat-Nya yang setia (lihat cat. –> Yoh 14:3; [atau ref. Yoh 14:3] bd. Mrk 10:30; 2Tim 1:1,10; Tit 1:2; 3:7) dan tergantung pada tetap hidup di dalam Roh (Rom 8:12-17; Gal 6:8).

MEREKA TELAH MENURUTI FIRMAN-MU.
Nas : Yoh 17:6
Doa Kristus untuk perlindungan, sukacita, pengudusan, kasih, dan kesatuan hanya berlaku bagi orang-orang tertentu, yaitu mereka yang menjadi milik Allah, percaya kepada Kristus (ayat Yoh 17:8), terpisah dari dunia (ayat Yoh 17:14-16) dan menaati sabda Kristus dan ajaran-ajaran-Nya (ayat Yoh 17:6,8).

Cerita kehidupan:
Apakah Kita Mengenal Allah?
Penulis Amerika, Mark Twain, terkenal karena kecerdasan dan pesonanya. Dalam suatu perjalanan ke Eropa, ia diundang untuk makan malam dengan seorang kepala negara bagian. Ketika anak perempuannya mengetahui undangan ini, ia berkata, Ayah mengenal semua orang penting yang harus dikenal. Tetapi ayah tidak mengenal Allah. Sedihnya, kata-kata ini benar karena Mark Twain adalah orang tak percaya yang skeptis.
Komentar anak perempuannya itu seharusnya menimbulkan pertanyaan terhadap diri kita sendiri, yaitu apakah kita mengenal Allah. Kita mungkin diberkati dengan persahabatan yang memperkaya hidup, berteman dengan begitu banyak orang penting, namun apakah kita mengenal Allah? Dan apakah pengetahuan kita akan Dia lebih dari sekadar informasi dari orang lain atau spekulasi, hal-hal yang mungkin dapat kita baca di buku?
Yesus ingin agar para murid-Nya memiliki pengenalan yang intim tentang Allah. Dia berdoa, Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3). Pengenalan ini benar-benar bersifat pribadi, dan hanya bisa didapatkan melalui persahabatan yang dalam dan lama. Sebenarnya, pengenalan yang dimaksud dalam bacaan ini dan di tempat lain dalam Kitab Suci digambarkan seperti keintiman suami istri saat mereka menjadi satu (Kejadian 4:1).
Kita dapat memiliki pengenalan itu jika kita meluangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan Allah, membaca firman-Nya, dan membagikan kasih-Nya kepada dunia VCG

MENGENAL ALLAH
TAK CUKUP HANYA DENGAN PIKIRAN,
ANDA HARUS MENGENAL-NYA DENGAN HATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.