logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Apa Kesan Mereka tentang Dewan Paroki? (#1)

Apa Kesan Mereka?

Kepengurusan Dewan Paroki Periode 2017-2019 berakhir. Tentu banyak kesan yang didapat oleh mereka, pengurus dewan paroki periode tersebut. Berikut ini kata mereka.

Alexander Agung Pribadi
Wakil Ketua 2 Dewan Paroki

Bagaimana rasa pertama menjadi Wakil Ketua Dewan Paroki?
Perasaan saya waktu ditunjuk sebagai WK 2 DP pada awal Januari 2014, saya merasa terharu, karena apa? Saya masih terlalu muda untuk jabatan pelayanan itu. Sementara yang lebih senior dari saya masih banyak sekali.

Karena harus mengelola paroki yang besar sekali, meskipun banyak dibantu oleh teman-teman yang lain, tapi semua ini saya serahkan kepada Tuhan, supaya Tuhan bisa untuk membimbing saya di mana saat itu saya masih aktif-aktifnya bekerja harus bisa membagi antara pekerjaan, keluarga dan kegiatan Gereja. Puji Tuhan semuanya bisa saya jalankan dengan suka cita sampai dua periodeselesai yang berakhir tanggal 31 Desember 2019.

Apa pengalaman  terindah menjadi wakil Ketua 2 DP? Mengapa ?
Pengalaman terindah, saat saat saya mendampingi para Romo Paroki kunjungan ke Lingkungan bertemu dengan umat dari berbagai latar belakang..
Banyak pengalaman yang saya peroleh, bagaimana Romo dalam menyampaikan nasihat-nasihatnya untuk umat yang dikunjungi…
Dari sore hari jam 17.00 sampai dengan 22.00, Ketika bersama dengan Rm. Petrus Supriyanto bahkan bisa lebih malam lagi.
Di sini saya mendapat pengalaman-pengalaman, melihat situasi dan kondisi umat di Karangpanas, sehingga kadang menemukan kenyataan yang ada segera melaporkan ke tim kerja terkait  di mana tim PSE, tim kesehatan, tim pendidikan harus bertindak.

Apa kesan Bapak menjadi Wakil Ketua DP ?
Kesan saya, sungguh menyenangkan luar biasa. Saya seperti mendapat berkat dari Tuhan, karena  dengan pekerjaan saya yang seharusnya sulit untuk meninggalkan pekerjaan, harus luar kota dan harus menyelesaikan kegiatan-kegiatan di gereja, semua sungguh di luar dugaaan, bisa saya lalui dengan penuh suka cita. Tuhan telah mengatur segalanya untuk saya. Semua sudah seperti diatur oleh Tuhan sendiri, tanpa campur tangan Tuhan saya tidak berarti apa-apa.

Apa pesan Bapak untuk penggurus DP periode 2020?
Tentu, saya sangat gembira. Saat ini, periode DP 2020, banyak wajah-wajah baru yang berpengalaman di bidangnya.
Harapan saya, marilah melayani Tuhan dan seluruh umat dengan suka cita, Jangan setengah-setengah dalam pelayanan, setelah dilantik menghilang dan hanya foto saja yang ada dalam katalog.
Marilah kita bekerja di ladang Tuhan dengan penuh suka cita; bila ada yang kurang tentu segera diperbaiki, bila ada yang baik tetap dipertahankan.

Salam dan Berkah Dalem*

Andreas Dian Prastyo
Ketua Paguyuban Bapak Katolik (Bakat)

Menanggapi  Panggilan Pelayanan Gereja

Pertama diperbolehkan menjadi salah satu bagian dalam dewan paroki di timja BAKAT merupakan sebuah panggilan yang terasa sangat menantang. Walaupun sebelumnya kami, BAKAT cenderung ada di Gereja sebagai pendukung aktifitas Gereja.

Menyikapi panggilan itu berarti harus menambah tenaga untuk semakin melayani di dalam karya nyata Gereja. Memperdalam arti Charitas Christi Urget Nos (Kasih Kristus yang mendorong kami) yang sejak awal mulanya menjadi tagline BAKAT serasa semakin tergerakkan dalam kepedulian terhadap Gereja.

Saat saya berada sebagai  ketua  BAKAT, sebagai  yang terpilih seketika langsung mengevaluasi diri apakah saya mampu, membawa sekelompok kepala keluarga (Bapak) katolik yang mau rela mengabdi kepada gereja, dengan beragam talentanya. Ditambah di tahun kedua harus masuk dalam lingkaran Dewan Paroki semakin menggetarkan hati sejauhmana melayani tetapi dengan diterakan namanya. Pelayanan demi pelayanan harus dikerjakan dengan semakin merendahkan diri.

Bekerja bersama menjadi keharusan dalam kedewanan di paroki. Segala keputusan musyawarah hendaknya menjadi keputusan bersama, bukan keputusan perorangan atau kelompok.

Menjadi Pengurus Dewan berarti juga harus benar-benar terpanggil untuk melayani. Tidak hanya terdaftar namanya dan bangga saja, tetapi memang harus turun langsung dalam pelayanan kepada umat. Menyapa, melayani, berkomunikasi  terlebih dahulu kepada umat merupakan keharusan.
Bekerja tanpa beban, tanpa pengharapan, menghilangkan rasa  memiliki Gereja dan  menyerahkan sepenuhnya pada penyelenggaraan Ilahi  merupakan prinsip untuk menjadi Dewan Kedepan. (Andre)

FX. Glatik Purbaya
Ketua Wilayah Jangli

Pertama kali menjadi Dewan Paroki Pleno periode 2017-2019 rasanya biasa saja, sebab periode 2017-2019 adalah masa penugasan yang kedua bagi saya menjadi Pamong Wilayah Santo Yohanes Penginjil Jangli. Namun ada bobot materi yang berbeda yang harus saya pertanggungjawabkan pada periode yang kedua.

Pengalaman terindah adalah mewujudkan tanggung jawab sebagai pamong wilayah. Bila pada periode pertama (2014-2015) saya harus menggerakan umat Wilayah Jangli untuk mendukung dan mewujudkan tujuan Renovasi Kapel Nasaret Jangli, sehingga terwujud fisik gedung Kapel Nasaret Jangli yang cukup layak dan representatif sebagai tempat pusat aktivitas umat katolik Wilayah Jangli dan sekitarnya. Pada perode kedua (2017-2019) saya berusaha untuk lebih fokus menggerakan umat Wilayah Jangli sebagai hakekat gereja itu sendiri mewujudkan kebiasaan-kebiasan baru dalam hidup menggereja dalam wilayah ataupun paroki :
Melalui Novena syukur 9 bulan selama tahun 2017, misa bulanan pada semester akhir 2018 dan akhirnya bermuara pada misa 2 bulanan selama tahun 2019 pada Jum;at terakhir tiap bulan ganjil yang semuanya diadakan di Kapel Nasaret Jangli agar umat tebiasa mengadakan (sebagai petugas) dan menghadiri (sebagai umat) misa rutin di Kapel Nasaret
Meskipun masih menjadi pro dan kontra antar enam lingkungan yang ada di Wilayah Jangli, sejak pertengahan 2017 dan sampai akhir 2019 telah coba dibiasakan diadakan pertemuan Rabu rutin yang diadakan secara bergantian oleh enam lingkungan di Kapel Nasaret Jangli dengan tujuan agar Kapel Nasaret Jangli kelihatan regeng tiap seminggu sekali khususnya pada hari Rabu di Kapel Nasaret Jangli ada aktivitas peribadatan umat .
Meskipun dalam pelaksanaan perlu diuji, setidaknya telah dimulai umat per lingkungan dan kelompok kategorial di Wilayah Jangli mendapat tugas untuk kerja bakti membersihkan kapel bergiliran enam minggu sekali bersamaan dalam mingguan lingkungan yang bersangkutan tugas mengadakan kegiatan Rabu rutin di Kapel Nasaret sebagai tanda kecintaan dan rasa memiliki Kapel Nasaret Jangli.
Untuk pemeliharaan dan pengembangan pemenfaatan Kapel Nasaret Jangli telah dibentuk Timja Pemeliharaan dan Pengembangan Kapel Nasaret Jangli terdiri dari 7 orang, satu ketua dan 6 anggota terdiri dari wakili-wakil lingkungan yang telah ditunjuk lingkungan masing- masing. Bertugas untuk melanjutkan tugas-tugas panitia renovasi Kapel Nasaret dalam pemeliharaan dan pengembangan atau pengadaan fisik kelengkapan Kapel, mengelola sumbangan, pencarian donatur dari umat Wilayah Jangli ataupun umat dari luar Wilayah Jangli. Di mana pada periode 2017-2019 pernah mendapat Program CSR Pertamina yang diwujudkan dalam bentuk Meja alatar dan 100 unit kursi lipat. Dari umat Wilayah Jangli ada yang menyumbang podium, kursi tempat duduk Romo dan misdinar, penangkal petir. Hasil Swadaya umat membuat leter Kapel Nasaret Jangli dan menyelesaikan renovasi bagian belakang Kapel Nasaret Jangli.
Dalam rangka menanggapi kebutuhan petugas parkir di gereja St. Athanasius Agung pada saat diadakan misa yang diserahkan kepada wilayah-wilayah separoki, telah dibentuk Timja Parkir Wlayah Jangli. Dengan mengangkat satu koordinator untuk menggerakan umat yang berkenan dan berminat untuk membantu pelayanan parkir di paroki. Samapia saat ini ada sekitar 15 orang bapak sewilayah Jangli siap bersedia melayani parkir secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pesan dan Kesan.
Menjadi Pamong Wilayah sebagai bagian dewan pleno paroki merupakan salah satu kesempatan mewujukan daya hidup yang dimiliki untuk menjadi berkat bagi sesama. Ada kesempatan untuk berbagi kemampuan dan kesempatan untuk mewujudakan iman dalam perbuatan. Dan menjadi pamong wilayah adalah kewajiban bagi siapa saja yang dipercaya umat untuk menjadi pelayan umat. Dan menjadi pamong wilayah bukan untuk mencari jabatan, kehormatan atau kemuliaan.
Dewan Paroki adalah tempat membuktikan karya dan pelayanan dan bukan ajang menjadi elit gereja yang ingin menguasai gereja. Adalah perlu memberi kesempatan, mendorong, menyiapkan kepada banyak orang/umat untuk tampil menjadi bagian dari Dewan Paroki Pleno/Inti/Harian karena itu adalah kebutuhan dan sebagai tanda bahwa geraja senantiasa hidup, dinamis, bergerak, tumbuh dan berkembang. Kita harus percaya bahwa Allah sendiri yang menyiapkan orang-orang pilihanNya yang akan menjadi kepanjangan tangaNya. Bahwa tiap angkatan ada orangnya dan bahwa tiap jaman ada generasi yang memimpin.*

Lucia Indah
Ketua Lingkungan Tengger 1

1. Bagaimana rasa pertama menjadi Pengurus DP?
Biasa saja karena memang sudah siap untuk membantu menjadi Kaling menggantikan Kaling lama yang sudah 2 periode. Selain itu ya menyadari inilah kesempatan untuk melayani.

2. Pengalaman terindah menjadi DP, mengapa?
Senang karena sangat diterima oleh umat di Lingkungan, dan umat cukup guyub. Hampir semua bersedia untuk ketempatan pertemuan. Saling membantu saat ada yang membutuhkan.

3. Apa kesan menjadi Pengurus DP?
Semua Timja aktif, program kerja sebagian besar terealisir. Dukungan dari para Kaling bagus. Ini pasti juga karena dukungan dari Koordinator Kawil yang menurut saya sangat bagus, maka memang pantas untuk dipilih kembali. Terimakasih pak Hendry.

4. Apa pesan untuk Pengurus DP yg baru?
– Kegiatan yang melibatkan banyak umat sebaiknya dikoordinasikan dalam waktu yang cukup (tidak mepet) agar kegiatan dapat berjalan baik.
– Surat-surat undangan tidak diberikan mepet-mepet mengingat  ketua lingkungan atau sekretarisnya tidak setiap hari ke paroki dan untuk distribusi ke umat juga butuh waktu.
– Buat OMK jika akan mengadakan misa dan mengundang Pengurus DP agar jam yang dituliskan tidak diajukan karena semua sudah tahu kalau misa selalu tepat waktu.
– Usahakan pada semua kegiatan untuk tidak molor2 mulainya, belajarlah untuk menghargai waktu.
– Masalah kebersihan masih mendapat catatan penting, di sana sini masih terlihat kotor.
– Semoga kekompakan terus diusahakan buat semuanya agar program kerja yang diusahakan oleh masing-masing Timja dapat berhasil baik.

Demikianlah kesan dan pesan yang dapat saya sampaikan. Terimakasih, Berkah Dalem.*