logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

Pelajar Dialog dengan Uskup

Karangpanas, KOMSOS – Timja Pendampingan Iman Remaja (PIR) Paroki Karangpanas mengadakan acara temu pelajar yang berada di Paroki Karangpanas dan diikuti sekitar 11 sekolah yang ada di kota Semarang. Acara diawali dengan misa yang dipimpin oleh Uskup KAS, Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan dilanjutkan dengan acara di aula St. Atahanasius. Dalam dialognya, Mgr. Rubi banyak memberikan pengarahan kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga keharmonisan antar teman yang berbeda agamanya. Beliau menuturkan bahwa dalam menjaga toleransi kita harus srawung atau bergaul dengan semua orang terutama kepada teman-teman yang berbeda agama.

“Sebagai anak muda kita juga harus mencari lebih banyak wawasan dan menambah ilmu soal apa itu katolik, sehingga jika orang bertanya kita dapat menjawab mengenai kekatolikan kita sendiri,” jelas Mgr Rubiyatmoko.

Prima, koordinator acara bertema Toleransi Mulai aja dulu ini, mengatakan bahwa dalam dialog antara Mgr. Rubi dan para siswa tersebut, banyak pertanyaan tidak terduga yang dilontarkan oleh para siswa. Misalnya pertanyaan dari salah satu siswa terkait diolok-oloknya siswa katolik tentang Tuhan Allah dengan tiga pribadi.

Danta salah satu dari siswa SMPN 5 mengatakan, bahwa kita sebagai warga katolik yang sejati harus bisa menghormati orang lain yang berbeda secara suku, agama, dan ras. “Karena kita itu adalah anak Tuhan. Dan anak Tuhan itu baik, sehingga kita harus menjadi pribadi yang baik” ucapnya.

Acara berakhir pada jam 11.30 dan ditutup dengan foto bersama pelajar dan Bapa Uskup.

 

Venny