logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

RENUNGAN APP KAS 2020 – PERTEMUAN IV: Mencari dan Menyelamatkan

PERTEMUAN IV: Diutus untuk Mencari dan Menyelamatkan Dalam pertemuan keempat ini, umat diajak untuk menghayati semangat mencari dan menyelamatkan sebagai wujud perutusan sebagai murid-murid Kristus. Untuk mendukung karya amal kasih Gereja, umat diajak untuk mencari keluarga-keluarga yang sangat memerlukan perhatian dan bantuan. Melalui FGD, umat diajak untuk terlibat memberikan data yang kurang lebih akurat sedemikian hingga selanjutnya dapat digunakan dengan bijak dalam karya amal kasih Gereja. Masa prapaskah di tahun 2020 ini dibuka dengan perayaan Rabu Abu yang jatuh pada tanggal 26 Februari 2020. Pemberian abu di dahi dalam perayaan Rabu Abu menandai dimulainya masa tobat dan gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP). Melalui gerakan APP ini, seluruh umat katolik di Keuskupan Agung Semarang diajak untuk bersyukur kepada Allah yang senantiasa berbelas kasih dan memberikan berkat, agar siapa pun dapat mengalami pertobatan sejati dan dimampukan untuk saling menjadi berkat. Berkaitan dengan usaha membina pertobatan, Konstitusi Liturgi Suci, Sacrosanctum Concilium dalam artikel nomor 110 dengan jelas menguraikan bahwa: “Pertobatan selama masa empat puluh hari hendaknya jangan hanya bersifat batin dan perorangan, melainkan hendaknya bersifat lahir dan sosial kemasyarakatan. Adapun praktek pertobatan, sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan zaman kita sekarang dal pelbagai daerah pun juga dengan situasi Umat beriman, hendaknya makin digairahkan, dan dianjurkan oleh pimpinan gerejawi seperti disebut dalam artikel 22. Namun puasa Paska hendaknya dipandang keramat, dan dilaksanakan di mana-mana pada hari Jumat dengan Sengsara dan Wafat Tuhan, dan bila dipandang berfaedah, diteruskan sampai Sabtu suci, supaya dengan demikian hati kita terangkat dan terbuka, untuk menyambut kegembiraan hari Kebangkitan Tuhan.”