|

Bernyanyi untuk Tuhan melalui Paduan Suara Cantabo Deo

Oleh: Anggun Larasati dan Paula Jasmine

Menyanyi dan bermusik merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam peribadatan Gereja Katolik. Karenanya, tidak sedikit umat Katolik yang bisa bernyanyi dan memainkan alat musik dalam gereja. Ala bisa karena biasa, kata papatah. Orang bisa menyanyi karena terbiasa melantunkan lagu.

Di tengah orang biasa, tentu ada yang berbakat. Tidak sedikit umat katolik yang memang memiliki bakat seni musik dan tarik suara. Mereka yang memiliki bakat di bidang musik tentu akan mengembangkan diri melalui berbagi komunitas musik, seperti kelompok vokal, paduan suara, band dan lain sebagainya.

Motivasi awal para pelantun lagu dan pemusik, biasanya adalah tugas pelayanan dalam peribadatan: melayani Tuhan dan umat-Nya. Lambat laun, mereka membentuk kelompok musik dan paduan suara agar bakatnya makin terasah.

Salah satu kelompok musik yang membutuhkan orang banyak dalam kelompok mereka adalah paduan suara atau yang biasa disebut padus, atau choir. Gereja Athanasius Agung Paroki Karang Panas pun memiliki banyak kelompok paduan suara yang bisa terbentuk berdasarkan teritorial gereja, seperti koor wilayah atau lingkungan dan berdasarkan kelompok kategorial.

Salah satu kelompok koor berdasarkan kelompok kategorial adalah Cantabo Deo, yang merupakan kelompok paduan suara dari sub unit paguyuban Orang Muda Katolik (OMK) paroki Karang Panas. Cantabo Deo Choir terbentuk pada tahun 2018 pada saat menjelang kegiatan Festival Paduan Suara yang bertempat di Paroki Katedral. Kelompok padus ini dibentuk oleh Agustinus Junisworo Edi Wibowo selaku pelatih. Arti dari nama Cantabo Deo sendiri pun berasal dari bahasa latin yaitu Bernyanyi untuk Tuhan.

Foto bersama sebelum ikut lomba Hipotesa 2022. Doc: Cantabo Deo

Salah satu pengurus Cantabo Deo bernama Katarina Audita, yang biasa dipanggil Dita, mengungkapkan bahwa jumlah anggota padus ini terdiri dari orang muda katolik (OMK) Karangpanas yang mau dan bisa ambil bagian dalam choir ini dan terkadang jumlahnya tak menentu tergantung dari setiap acara atau event yang ada. Dalam setiap acara tersebut selalu dilakukan rekrutment anggota yang ingin berpartisipasi dan cara perekrutannya pun melalui grup sosial media seperti grup line, whatsapp, dan Instagram.

Pada saat menjelang event dan tugas misa, kata Dita, Cantabo Deo mengadakan latihan rutin dua  kali dalam seminggu. Apabila terdapat event-event lomba, maka Latihan diperketat pada saat mendekati event tersebut menjadi kurang lebih tiga kali dalam seminggu.

Latihan bersama. Doc: Cantabo Deo

Event ataupun acara yang diikuti Cantabo Deo beragam. Kelompok padus itu pernah ikut  lomba paduan suara di Paroki SPM Katedral Semarang, juga lomba yang diadakan paroki Hati Kudus Yesus Tanah Mas Semarang, acara Kevikepan Semarang yaitu Hipotesa 2022, dan pada tanggal 10 bulan Desember ini  ikut mengisi acara pada konser adven dengan tema “O Come Emmanuel” yang diadakan oleh Gratia Choir dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.

Saat mengikuti lomba Paduan Suara Paroki Hati Kudus Yesus Tanah Mas. Doc: Cantabo Deo
Foto bersama dengan Pak Bowo dan Pak Broto (pelatih) setelah konser adven “O Come Emmanuel”

Menurut rencana, tutur Dita, Cantabo Deo akan mengikuti Festival Paduan Suara yang diadakan pada tahun 2023 di Gereja SPM Katedral. Festival Paduan Suara yang harusnya diadakan pada tahun 2020 tersebut ditunda pelaksanaanya karena pandemi virus corona, akhirnya akan diadakan kembali pada tahun yang akan datang tahun 2023 mendatang.

Dalam kelompok Cantabo Deo, Dita memiliki banyak pengalaman yang tentunya berkesan baginya. Selain itu, ia pun juga memiliki suka duka dalam berdinamika dengan kelompok padus tersebut. Suka yang ia rasakan adalah bisa Latihan dan berkumpul dengan banyak teman-teman muda antar lingkungan dan wilayah. Latihan yang intens juga membuat hubungan pertemanan pun bisa lebih intens. \ Namun duka yang dirasakan oleh Dita pun juga ada yaitu pada saat latihan adalah banyak peserta yang tidak hadir dalam latihan rutin karena sakit atau hal lain yang tidak bisa ditinggal, sehingga mungkin membuat latihan menjadi tidak maksimal. Harapan ke depannya yang diungkapkan Dita bagi Cantabo Deo adalah semoga teman-teman dari berbagai wilayah dan lingkungan di Paroki Karang Panas yang bisa dan mau dalam melayani Tuhan melalui paduan suara dapat bergabung ke Cantabo Deo.

Similar Posts