Karangpanas

Renungan Minggu
Minggu, 06-02-2022

Yes 6:1-2a.3-8
“Inilah aku, utuslah aku!”

1 Kor 15:1-11
Aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang sudah kuwartakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

Luk 5:1-11
Yesus naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon,
dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak.

Setelah selesai berbicara, Yesus berkata kepada Simon,
“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi karena perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga.”
~~~
Memohon Mujizat?

Lukas 5:1-11
“Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.” (Lukas 5:3)
~~
Para sahabat ytk,
Sudah merayakan Ekaristi? Jika belum, segeralah berangkat dan rayakanlah Ekaristi.

Saya sering ditanya oleh umat apa doa yg manjur untuk mengurai persoalan hidup yg tengah dihadapinya. Saya tidak bisa memberi jawaban atau resep doa sebab semua doa itu baik. Apalagi doa yg tumbuh dari hati yg berhikmat kepada Allah. Dan juga saya yakin sesungguhnya Tuhan telah menyiapkan dan menyediakan berkat-Nya untuk kita bahkan sebelum kita memintanya. Asalkan kita bersedia berjalan bersama-Nya dan menuruti Sabda-Nya.
Contohnya seperti yg terjadi pada Simon Petrus. Ia menyediakan perahunya digunakan oleh Yesus untuk mengajar orang banyak tentang Kerajaan Sorga. Bagi nelayan perahu adalah gantungan hidup sarana mencari nafkah maka dengan menyerahkan perahunya berarti Simon menyerahkan perahu hidupnya pada Yesus.
~~~
Tak sedikit dari kita yg berdoa, meminta, bahkan mendesak Allah spy mengabulkan doa kita bahkan memberi kita mujizat. Tetapi tidak banyak yg sungguh-sungguh mau sepenuhnya menyerahkan perahu hidupnya untuk digunakan Tuhan. Kita enggan berkorban. Banyak dari kita yg masih hitung-hitungan dengan Tuhan.

Saat diminta jadi pelayan Gereja; anggota Dewan, katekis, prodiakon, ketua lingkungan, pemazmur, organis dll banyak yg masih enggan. “Wah nanti saya repot, harus sering rapat, bisa-bisa kehilangan kesempatan hang-out, olahraga dlsb.”
~~~
Simon juga bukan pengangguran, ia juga sibuk:” Telah semalam-malaman kami bekerja…” tetapi ia dengan rela menyerahkan perahu gantungan hidupnya digunakan Yesus. Coba bayangkan kalau dia menolak :”Yesus, jangan gunakan perahuku. Sy mau gunakan perahuku untuk melaut lagi sebab tadi malam kami gak dapat ikan sama sekali.”
Apakah dengan penolakan akan terjadi mujizat?
~~~
Para sahabatku,
Seperti halnya Yesus memahami kekuatiran dan kerja keras Simon, DIA juga memahami kita. Dan DIA telah menyiapkan berkat-Nya mujizat-Nya untuk kita juga. “Bertolaklah ke tempat yg dalam dan tebarkan jalamu…”. Simon patuh pada perintah Yesus.
~~~
Untuk berharap doa kita dikabulkan dan mujizat terjadi dlm hidup kita maka sikap beriman berikut layak kita laksanakan:
1. Menyerahkan perahu hidup kita digunakan Tuhan.
2. Bersedia dan rela bekerjasama denga Allah dlm berbagi dan mengasihi.
3. Patuh pada rencana dan kehendak Allah bukan menuruti pikiran dan kemauan sendiri [aja nggugu pikiran lan kekarepane dhewe].
4. Percayalah Tuhan telah siapkan dan sediakan berkat yang kita butuhkan bahkan sebelum kita memintanya.
5. Jika kita patuh pada-Nya DIA punya kuasa untuk mengubah:
■ yang najis bibir [Yesaya] menjadi Nabi pewarta Sabda Allah.
■ pekerjaan yg dianggap hina [Simon si nelayan] menjadi penjala manusia dan penyelamat jiwa-jiwa.
■ penganiaya jemaat [Saulus] menjadi [Paulus] penjaga Gereja.
~~~
Bagaimana dengan kita?
> Masih ragu dan kurang percayakah menyerahkan perahu hidup kita?
> Masih enggan dan berat untuk bekerja berbagi berkat bersama Yesus?
~~~
Selamat berhari minggu dan menerima mujizat Tuhan.
Shalom – Berkah Dalem