Karangpanas

Renungan Kecik
Jumat, 11-02-2022
Hari Orang Sakit Sedunia [HOSS]

1 Raj 11:29-32;12:19
Israel memberontak terhadap keluarga Daud.

Mrk 7:31-37
Yesus menjadikan segala-galanya baik. Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya bicara.
~~~
Para sahabat ysk,
Sedikit sharing ya, th 2004 sy kecelakaan dan tulang selangka patah, telinga keluar darah. Akibat yg sampai sekarang saya rasakan telinga berdenging dan lebih terdengar jelas dengingannya saat hening. Tapi sy bersyukur tidak menjadi tuli meski daya mendengar sedikit berkurang.

Hari ini Yesus menyembuhkan si tuli dan gagap. Ada perlakuan khusus dalam kisah penyembuhan kali ini. Yesus menarik orang itu sehingga hanya berdua saja. Dan Yesus meraba, meludah, dan menjamah telinga dan lidah orang tersebut maka terlepaslah ikatan tuli dan gagapnya. Apa makna perlakuan khusus ini?

Saya merenungkan demikian:
1. Yesus menghendaki berdua saja dengan orang tersebut artinya Yesus ingin menjumpai secara pribadi orang tersebut dan terbangun relasi yang dekat dengannya agar Yesus dapat menolongnya dengan tuntas.
2. Perlakuan dan tindakan khusus artinya sakit gagap dan tuli adalah sakit yang serius karena menghalangi orang tersebut berelasi dengan sesama/dunia. Sehingga ia seakan-akan terasing.
~~
Bagi saya pribadi kisah mujizat ini sangat menarik dan mengesan.
Kadang saya pun sakit tuli dan gagap. Tuli terhadap Sabda Tuhan. Tuli yang pilih-pilih atau selektif. Kalau Sabda Tuhan terasa tidak mengenakkan atau menuntut sesuatu dariku maka Sabda Tuhan tersebut tak kuhiraukan. Saya pura-pura tuli atau tuli selektif, tuli pilih-pilih.

Saya tidak begitu paham tehnologi digital khususnya IT [information technology] tetapi bisa dikatakan saya gaptek [gagap teknologi]. Tetapi saya berharap jangan sampai gagap sosial atau tidak mempunyai kepekaan dan kepedulian sosial.
~~
Nah rupa-rupanya dugaan saya betul. Penyakit tuli dan gagap adalah penyakit yang serius, penyakit yang merusak hidup. Yaitu tuli pada teguran Sabda Tuhan. Dan gagap terhadap cintakasih, tak menghiraukan sesama. Enggan menolong dan berbagi. Enggan melayani-maunya dilayani. Orang menjadi asosial. Tuli dan gagap yang demikian ini yang merusak hidup dan kehidupan.
~~
Tuhan Yesus memperbolehkan kita datang kepadaNya memohon kesembuhan sakit ragawi yang kita sandang dan sanak saudara kita. Namun kiranya kita juga harus datang pada Yesus supaya Yesus menjamah kita dan berseru untuk kita semua “Effata!”, artinya: Terbukalah!” Agar hati, budi, pikiran kita dilepaskan dari belenggu penyakit “tuli dan gagap.” Agar hidup kita [segala-galanya] dijadikan-Nya baik kembali.
~~
Saya kadang masih kumat “tuli dan gagapnya.” Bagaimana dengan Anda?

Shalom
Berkah Dalem.