Karangpanas

Renungan Kecik
Senin, 28-02-2022

1 Ptr 1:3-9
Kita lahir untuk hidup penuh harapan dan untuk memperoleh suatu warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kalia.

Mrk. 10:17-27
Mendengar perkataan Yesus,
orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
~~
Teguran Yesus pada orang kaya sangat mencengangkan; orang kaya atau orang beruang sangat sulit masuk Kerajaan Allah. Apakah berlaku kebalikannya, orang miskin mudah masuk Kerajaan Allah? Eits…tunggu dulu.

Baik orang kaya maupun orang miskin bisa sama-sama sulit masuk dalam Kerajaan Allah. Lho kok bisa?

Ya, orang kaya maupun orang miskin sama-sama sulit masuk ke dalam Kerajaan Allah bila kedua-duanya lekat pada kekayaan atau kemiskinannya. Maksudnya bagaimana?

Maksudnya, orang beruang atau orang kaya yang lekat pada harta kekayaan akan cenderung:
1. Mengandalkan hartanya seakan-akan dengan hartanya ia bisa memenuhi segala kebutuhannya. Ia bisa membeli kebahagiaan atau bahkan keselamatan. Bahkan seolah-olah ia bisa membeli sesamanya manusia.
2. Congkak atau sombong maka cenderung memandang rendah atau meremehkan sesamanya.
3. Tak merasa butuh orang lain maka cenderung cuek terhadap kehidupan sekitar.

Demikian juga, orang miskinpun akan sulit masuk ke dalam Kerajaan Allah jika ia melekat pada kemiskinannya yang ditandai dengan kecenderungan:
1. Mudah mengeluh dan mempersalahkan macam-macam hal, situasi, sesama, bahkan Tuhan pun bisa jadi dipersalahkan.
2. Mudah iri hati dan kemudian memunculkan kecurigaan dan kebencian pada pihak lain.
3. Malas atau apatis. Minim pengharapan dan syukur [bdk. Bacaan I].

Nah kelekatan yang berpotensi pada kecenderungan sifat tabiat buruk yang menindas dan merugikan orang lain inilah yang menjadikan orang kaya ataupun orang miskin sukar memasuki Kerajaan Allah.
~~~
Shalom
Berkah Dalem