Karangpanas

Renungan Kecik Prapaskah
Sabtu Imam, 05-03-2022

Yes 58:9b-14
Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.

Luk 5:27-32
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
~~
Para sahabatku semua semoga Anda dan keluarga selalu sehat.

Hambatan untuk bertobat bisa datang dari manapun juga bisa dari diri sendiri.
1. Pesimisme,”Ah ngapain juga mengaku dosa toh nanti saya berdosa lagi bahkan dosa yang sama.”
2. Skrupel-rasa bersalah yg berkepanjangan dan kadang tidak perlu,”Romo, saya merasa gagal dan berdosa karena ada anak saya yg meninggalkan Gereja.” Mungkin memang ada kelalaian OT sehingga anak meninggalkan Gereja tetapi jika rasa salah itu dipelihara terus sehingga menutupi optimisme bahkan mendoakan sang anakpun tidak maka ini yg disebut skrupel. Yg sdh terjadi layak disesali namun yg tidak kalah penting adalah bagaimana mensikapi masa depan dengan benar.
3. Memandang diri secara negatif; merasa diri paling buruk, gak bisa apa-apa, selalu merepotkan dll.

Pesimisme, skrupel, memandang negatif diri sendiri adalah hambatan pertobatan. Lewi juga dinilai negatif oleh orang lain; manusia yg tidak berguna, pemeras, orang berdosa. Namun cara pandang dan perlakuan Yesus berbeda dari manusia. DIA memang tegas menolak dan membenci dosa tetapi DIA penuh perhatian dan kasih kepada pendosa. Yesus tidak hanya melihat yang lahiriah, DIA mampu menembus hati, DIA mampu melihat kebaikan dalam diri manusia. Bahkan DIA dapat menggunakan pendosa yang bertobat sebagai saluran berkat-Nya. Lewi, pendosa yang bertobat dipakai Yesus menjadi alat berkat.
~~
Kita juga bukan orang baik sebab kita semua pendosa. Tetapi Tuhan berkenan memperhatikan, mengasihi dan menyembuhkan kita yg mau bertobat,”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Perhatian dan kasih Yesus memunculkan yg baik dalam diri manusia. Kita menjadi baik karena perhatian, kasih dan cinta Yesus. Yesus juga berkenan menggunakan kita menjadi alat dan saluran kasih-Nya.

Bersama si Lewi si pendosa, mari kita para pendosa datang pada Yesus sebab IA mencintai pendosa yang bertobat.
~~
Shalom
Berkah Dalem.