Karangpanas

Renungan Kecik Prapaskah
Senin, 07-03-2022

Im 19:1-2.11-18
Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus.

Mat 25:31-46
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
~~~
Salam seroja sahabatku ysk.

Tuhan memanggil kita menjadi kudus dengan hidup secara benar. Maka dalam kitab Imamat [bacaan I] Tuhan melalui Musa memberikan aturan-aturan hidup yang berupa larangan-larangan. Kata “jangan” atau “janganlah” bahkan muncul hingga 19x dalam perikop ini.

Hidup kudus berarti hidup dihadirat Allah dan dibenarkan oleh Allah. Siapakah yang dibenarkan oleh Allah. Yang dibenarkan oleh Allah adalah mereka yang:
Memberi makan kepada orang yang lapar.
Memberi minum kepada yang kehausan.
Memberi tumpangan kepada orang asing.
Memberi pakaian kepada orang yang telanjang.
Mengunjungi orang yang sakit.
Mengunjungi orang yang dipenjara.

Ternyata dengan sangat jelas Tuhan Yesus menyatakan:
tindakan kasih yang tulus kepada yang menderita merupakan tindakan dan sapaan cinta kepada Yang Ilahi. Menghargai, menghormati, mengasihi sesama; memanusiakan manusia merupakan pula tanda dan bukti menghormati Sang Pencipta.

Apalagi Tuhan Yesus sendiri mengidentifikasikan, menyamakan dirinya dengan yang kelaparan dan kehausan, yang telanjang dan terasing, yang sakit dan dipenjara:
“Apa yang kamu lakukan untuk saudara-Ku yang paling hina, kamu lakukan untuk Aku”.

So, para sahabatku, selama ini bagaimana kecenderungan hati kita: memandang dan memperhatikan mereka yg berkedudukan, kaya dan berkelebihan agar kita dianggap manusia berkelas?
Atau kita juga memandang dan memiliki hati penuh kasih kepada yang menderita?

Para sahabatku hidup kudus, hidup benar, hidup dalam kepedulian, hidup dalam kasih dan kemurahan hati, memandang dan memperhatikan yang menderita sebagai prioritas pilihan sikap hidup sama dengan mencintai Kristus Tuhan.
Jalan kekudusan adalah jalan cintakasih.
~~
Semoga masa prapaskah ini menjadi saat kita mengasah belaskasih dan kemurahan hati kita.

Shalom
Salam seroja