Renungan Kecik
Senin, 14-02-2022
PW S. Sirilus, Rahib, dan Metodius, Uskup
Yak 1:1-11
Ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan, agar kamu menjadi sempurna dan utuh.
Mrk 8:11-13
Mengapa angkatan ini meminta tanda?
~~~
Selamat siang para sahabat.
Selamat merayakan hari kasih sayang – ❤ – valentine’s day.
~~~
Dalam renungan saya atas warta Injil hari ini saya mengamati sikap Yesus terhadap orang-orang Farisi yg mengajak bersoal jawab [berdebat] hanya untuk menguji Yesus dan akhirnya mereka menuntut tanda dari surga.
Sikap pertama Yesus yg saya cermati adalah:
Yesus mengeluh dalam hati.
Pasti ini bukan keluhan biasa tetapi keluhan yg termuat rasa kasihan, jengkel terhadap kebebalan dan keras hatinya orang-orang Farisi itu. Mereka bahkan beradu argumen dan menuntut tanda bukan dengan maksud baik tetapi bermaksud mencobai Yesus. Di sini sama sekali tidak didapati iman mereka.
Dari “kejengkelan” inilah muncul sikap kedua Yesus:
IA meninggalkan mereka.
Yesus tidak memberi perhatian sama sekali terhadap mereka. Yesus tidak menghiraukan mereka.
~~~
Para sahabatku, saat mengamati sikap Yesus ini dalam hati saya juga berkata:” Kapok kamu orang-orang Farisi, kapok kamu dicuekin Yesus!”
Saya menyalahkan mereka.
Tetapi lama kelamaan dalam hati saya juga terbersit pertanyaan yang mengganggu: “Eh jangan-jangan saya juga seperti orang Farisi? Selalu menuntut dan kurang beriman? Kalau doaku tidak terkabul terus ngambek?”
~~~
Para sahabatku,
Ya, bisa jadi kita pernah memiliki sikap seperti orang Farisi meminta dan menuntut terus terkabulnya berbagai doa kita tetapi sama sekali tak pernah meminta bertambah dan bertumbuhnya iman.
Lantas, Apa artinya semuanya jika kita tak memiliki iman atau iman kita tetap kerdil? Kita akan menjadi manusia penuntut. Jika demikian maka kita akan mendukakan hati Yesus karena jengkel atas kebebalan kita. Bisa-bisa kita juga tidak dihiraukan Yesus dan ditinggalkan-Nya.
Saudara mau? Saya tidak.
Justru sebaliknya kiranya kita semakin menjadi murid Kristus yang beriman kuat meski harus menghadapi berbagai ujian persoalan seperti harapan Rasul Yokubus dalam suratnya [Yak 1:1-11].
Shalom
Berkah Dalem
Salam seroja.