Karangpanas

Renungan Kecik
Senin, 21-02-2022
PF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

Yak 3:13-18
Siapakah di antara kalian yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan menyatakan perbuatannya dengan cara hidup yang baik.Dan lewat hikmat yang lahir dari kelemah-lembutan.

Mrk 9:14-29
Aku percaya, ya Tuhan!
Tolonglah aku yang kurang percaya ini.
~~~
Selamat pagi sahabatku semua. I love Monday sebab sudah boleh segar kembali saat week end.
~~~
Saya tertarik dengan dialog yg terjadi antara Yesus dan sang ayah dari si anak yg kerasukan roh jahat. Yesus memang tidak berkenan atas keragu-raguannya,”Katamu, jika Engkau dapat?” namun Yesus tidak marah bahkan IA kemudian menunjukkan hal yang harus dimiliki oleh sang ayah dengan berkata, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Yang diperlukan adalah iman.
~~~
Pada umumnya, beriman memang merupakan sebuah proses bertahap yang menuntut keterbukaan dan kesungguhan. Sang ayah dalam kisah ini kemudian menjadi percaya setelah mendengar penjelasan, pengajaran dan teguran bagi para muridNya. Ia terbuka terhadap tuntunan dan pengajaran maka akhirnya ia dapat berteriak, “Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Kini ia yakin dan percaya.
~~
Selain menuntut keterbukaan dan kesungguhan, dalam perjalanan beriman juga menuntut ketekunan dalam doa. Menjawab para murid yang merasa gagal mengusir roh jahat Yesus menjawab, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”
Doa yg tak kunjung putus adalah wujud ketekunan dalam beriman.
~~~
Para sahabat, saat Anda kurang percaya dan mengalami kebimbangan dan keraguan datanglah pada Yesus dan berdoalah, “Tolonglah aku yang kurang percaya ini. Tambahkanlah iman kami, ya Tuhan.”

Shalom- Salam seroja.