Katekismus Gereja Katolik tentang Hati Nurani

KGK 1778: Hati nurani adalah keputusan akal budi, di mana manusia mengerti apakah satu perbuatan konkret yang ia rencanakan, sedang dilaksanakan, atau sudah dilaksanakan, baik atau buruk secara moral. Dalam segala sesuatu yang ia katakan atau lakukan, manusia berkewajiban mengikuti dengan seksama apa yang ia tahu, bahwa itu benar dan tepat. Oleh keputusan hati nurani […]
Wartakanlah Injil dengan Sepenuh Hati!

Entah disadari atau tidak, dlm diri kita masing-masing bisa muncul keinginan utk dikagumi, dipuji, mjd tenar/populer. Hendaklah kita waspada spy tdk jatuh dlm arus mewartakan diri sendiri. Dlm Injil, Yesus semakin dikenal banyak orang di mana-mana; populer sbg penyembuh sehingga banyak org mencari-Nya utk disembuhkan dari segala penyakitnya. Yesus tdk pernah mencari popularitas. Apa yg […]
“Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.”(07 Februari 2015)

Markus (6:30-34) Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga […]
“Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi.”(06 Februari 2015)

Markus (6:14-29) Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan, “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu […]
“Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua”(05 Februari 2015)

Markus (6:7-13) “Yesus mengutus murid-murid-Nya.” Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki tetapi tidak […]
“Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia”(04 Januari 2015)

Markus (6:1-6) “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri.” Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan […]
“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”(03 Februari 2015)

Markus (5:21-43) “Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah! Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, “Anakku perempuan sedang […]
“Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan”(02 Februari 2015)

Lukas (2:22-40) (Singkat: 2:22-32) “Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.” Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Anak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan […]
Renungan Harian 01 Februari 2015 (AUDIO)
“Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.”(01 Februari 2015)

Markus (1:21-28) Pada awal karya-Nya Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu, di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu […]