“Pergilah, anakmu hidup!”(31 Maret 2014)

Yohanes 4:43-54 Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka, “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” Maka teringatlah ayah […]

Tolonglah, ya Tuhan, agar aku mampu melihat!

Suatu hari, seorang bapak dan anak putrinya sedang berolah raga pagi di suatu taman kota. Di pojok taman, ada seorang pengemis buta sedang mengamen dengan memainkan kendang kecil sambil bersenandung. Anak kecil itu tertegun dan berhenti sejenak sambil memandangnya. Sang bapak juga menghentikan langkahnya. Lalu sang bapak berkata, “Dik, kamu bisa berbuat sesuatu untuk orang […]

Pemungut cukai ini pulang ke rumahnya, sebagai orang yang dibenarkan Allah (29 Maret 2014)

Lukas 18:9-14 “Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” Merendahkan diri tidak sama dengan rendah diri. Rendah diri (inferiority) memiliki konotasi negatif: pesimis, merasa tidak mampu, melihat diri serba negatif dan kurang mesnyukuri potensi dan semua anugerah yang diberikan Tuhan. Sementara itu, merendahkan diri mempunyai makna yang positif dan dekat dengan rendah hati. […]

Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah! (28 Maret 2014)

Markus 12:28b-34 “Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” Yesus melihat, bagaimana bijaksananya […]

Buka hati, budi,mata dan telinga kita (27 Maret 2014)

Lukas 11:14-23 Sekali peristiwa Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada Yesus untuk mencobai Dia. Beberapa orang […]

Cintailah dan berbuatlah apa yang kaukehendaki (26 Maret 2014)

Rabu, 26 Maret 2014 Hari Biasa Pekan III Prapaskah  Ul 4:1.5-9 Mzm 47; Mat 5:17-19 Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Oleh para ahli taurat, Yesus berulang kali dinilai melanggar hukum […]

“Terjadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Selasa, 25 Maret 2014)

Lukas 1:26-38 Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” … “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Bagi seorang wanita, rahim adalah organ tubuh yang amat vital. Boleh dikatakan bahwa rahim adalah salah satu organ yang membuat seorang wanita sungguh-sungguh sebagai wanita. Dengan rahimnya, […]

Apakah Tuhan itu membeda bedakan orang ya? (24 Maret 2014)

Lukas 4:24-30 Ketika Yesus datang ke Nazaret, Ia berkata kepada umat di rumah ibadat, “…Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain daripada Naaman, orang Siria itu.” Ketika membaca Injil ini, saya ingat akan sebuah survei yang dilakukan majalah Newsweek tahun 2010 tentang […]

Yesus, Engkaulah Air Hidup Sejati! (23 Maret 2014)

Yohanes 4:5-15,19b-26,39a,40-42 (singkat) Sekali peristiwa sampailah Yesus ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar, dekat tanah yang dahulu diberikan Yakub kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. […]

Bersyukur Selalu (21 Maret 2014)

Matius 21:33-43.45-46 “Ketika para penggarap melihat anak itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Maka mereka menangkap dia, dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.” Ada pepatah jawa yang mengatakan, “Diwenehi ati ngrogoh rempela”. Pepatah ini hendak mengungkapkan sikap orang […]